Hubungan pria sesama jenis ternyata rentan masalah kesehatan

Bukan hanya kesehatan fisik, masalah kesehatan mental pun sering dialami pasangan sesama jenis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hubungan pria sesama jenis ternyata rentan masalah kesehatan
Ilustrasi pasangan sesama jenis. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Chris Howey

Penyakit memang bisa menyerang siapa saja, tidak pernah pandang bulu. Entah itu pria, wanita, tua, muda, kaya, miskin, pasangan campuran, sampai dengan pasangan sesama jenis. Namun ternyata, sebuah studi pernah mengungkapkan bahwa hubungan pria gay justru lebih rentan terhadap beberapa penyakit tertentu, khususnya yang berhubungan dengan urusan seksual. Mengapa demikian?

Gaya hidup yang mengarah pada seks yang tidak sehat biasanya adalah pemicu penyakit yang menyerang pasangan sesama jenis. Uniknya, dibandingkan dengan wanita lesbian, pria gay malah disebut sebagai orang yang lebih berisiko kesehatannya.

Para wanita atau pria yang memiliki pasangan sesama jenis memang memiliki cara tersendiri untuk berhubungan seks. Misalnya, pasangan sesama jenis wanita lebih memanfaatkan dildo atau vibrator. Mereka juga fokus pada sentuhan di daerah intim dengan menggunakan jari. Sementara pria, seks oral dan seks anal adalah jenis aktivitas intim yang paling sering dilakukan.

Berdasarkan penelitian dari John R. Diggs yang telah dilaporkan dalam jurnal Corporate Resource Council, aktivitas pasangan pria gay lebih berisiko terhadap masalah kesehatan mereka. Kontak dengan anal memperbesar kesempatan menularkan berbagai penyakit, karena ada lebih banyak bakteri yang bersarang di bagian tersebut.

Penyakit yang menyerang pasangan pria gay biasanya adalah HIV, sifilis, hepatitis, dan infeksi Chlamydia. Untuk mencegah berbagai penyakit tersebut, situs nhs.uk menyarankan pasangan pria gay melakukan seks dengan aman, yaitu memakai kondom. Selain itu, pemeriksaan rutin pada dokter setempat juga sebaiknya dilakukan.

Bukan hanya kesehatan fisik, masalah kesehatan mental pun sering dialami pasangan sesama jenis. Hal ini bisa disebabkan oleh trauma ketika diolok-olok oleh orang lain.

Fenomena yang memperburuk kesehatan pasangan jenis tentunya adalah rasa malu mereka yang sering tidak mengaku pada masyarakat. Padahal, kejujuran sangat diperlukan untuk menyembuhkan penyakit, baik fisik maupun mental, yang dialami oleh pasangan gay maupun lesbian. Dengan demikian, dokter bisa memberikan solusi yang terbaik bagi mereka.

Sama seperti pasangan campuran, pasangan sesama jenis juga seharusnya menjaga kesehatan mereka dengan baik. Lagipula, kesehatan sebenarnya adalah tanggung jawab pribadi masing-masing bukan?

Rekomendasi