Pilih Metode MPASI pada Anak, Perhatikan Sejumlah Hal Berikut Ini

Minggu, 16 Juni 2019 18:06 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Pilih Metode MPASI pada Anak, Perhatikan Sejumlah Hal Berikut Ini Ilustrasi bayi makan. ©Shutterstock.com/gresei

Merdeka.com - Masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah bagian penting dari periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak. Masa ini bakal sangat menentukan pemenuhan nutrisi pada buah hati.

Saat ini terdapat sejumlah metode yang bisa diterapkan pada anak untuk memberi MPASI ini. Metode yang populer di masyarakat, di antaranya menu tunggal, menu 4 Bintang, spoon-feeding, hingga baby-led weaning (BLW).

Dr.Frieda Handayani, SpA(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, menekankan bahwa metode apapun yang diterapkan harus mengutamakan kebutuhan nutrisi anak untuk mendukung setiap tahap tumbuh kembang yang berbeda.

“Kesalahan dalam pemberian MPASI dapat berujung pada kesulitan makan pada anak dan kondisi malnutrisi, seperti stunting," ujarnya saat ditemui di Jakarta.

Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa masih ada 30,8% balita Indonesia yang mengalami pendekdan sangat pendek (stunting), serta 17,7% balita Indonesia mengalami gizi kurang dan gizi buruk. Makadari itu, pemenuhan kebutuhan nutrisi anak, khususnya pada dua tahun pertama kehidupan, menjadi sangat penting.

“Kebutuhan gizi anak usia weaning terdiri dari karbohidrat, lemak, protein (makronutrien), hingga vitamin dan mineral (mikronutrien). Selain itu, sebaiknya tidak memberikan makanan pedas dan berbumbu tajam, buah yang terlalu asam, makanan yang mengandung gas, hingga makanan yang mengandung banyak gula, garam, penyedap rasa, hingga lemak jenuh." tambahnya.

Masa pengenalan makanan padat dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu pada usia 6-12 bulan, di mana anak mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI; dan pada usia di atas 1 tahun, anak mulai diperkenalkan dengan makanan keluarga. Tekstur, porsi, hingga frekuensi makanan anak perlu disesuaikan sesuai tahapan pertumbuhan.

“Anak disarankan mengonsumsi makanan yang dihaluskan dan disaring dengan tekstur lumat dan kental pada usia 6-7 bulan; diberikan makanan yang dilumatkan pada usia 8-9 bulan; makanan bertekstur agak kasar dan lauk dicincang kasar pada usia 9-12 bulan; dan pada anak usia di atas 1 tahun dapat diberikan makanan keluarga," imbuhnya.

Disamping nutrisi, tekstur, porsi, hingga frekuensi makanan untuk membentuk kebiasaan makan yang baik, keamanan pangan menjadi krusial karena bakteri penyebab kontaminasi dapat tumbuh di makanan seperti daging, ikan, telur, susu, kedelai, hingga nasi, pasta, dan sayur-sayuran.

“Pemberian nutrisi pada masa pengenalan makanan padat perlu diikuti dengan pemeriksaan fisis anak ke fasilitas kesehatan secara berkala untuk memastikan kecukupan kebutuhan nutrisi anak untuk mendukung tumbuh kembang optimal," tuturnya.

Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia juga mengatakan bahwa diskusi tentang Pemberian MPASI ini merupakan bagian dari program Bicara Gizi.

"Bicara Gizi merupakan bagian dari komunitmen unit bisnis Danone divisi Specialized Nutrition di Indonesia untuk terus mendukung edukasi mengenai nutrisi bagi masyarakat Indonesia," tandasnya.

Reporter: Anisha Saktian Putri
Sumber: Fimela.com [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini