Penjelasan ahli soal rekaman aneh 'Yanny dan Laurel'

Rabu, 16 Mei 2018 17:41 Reporter : Merdeka
Penjelasan ahli soal rekaman aneh 'Yanny dan Laurel' Ilustrasi Earphone. ©2018 Pixabay.com

Merdeka.com - Rekaman aneh 'Yanny' atau 'Laurel' sempat menjadi viral dan menghebohkan warganet. Karena membingungkan, warganet memberi jawaban yang berbeda-benda dari rekaman yang sama.

Kalau berbeda, tidak perlu sampai berdebat atau berlama-lama ribut karena ini bukan pemilihan presiden. Hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah.

Dilansir dari Buzzfeed pada Rabu (16/5/2018), rekaman yang membingungkan warganet itu serupa dengan foto viral gaun biru-hitam dan putih-emas yang terjadi beberapa waktu lalu.

Menurut para ahli, rekaman tersebut berkualitas rendah. Ini menyebabkan otak mengisi celah antara bunyi yang bisa terdengar, seperti halnya pada warna gaun yang disebabkan oleh foto berkualitas rendah.

CEO production company Radian Producoes mengatakan bahwa itu adalah contoh Efek McGurk. Keadaan ketika Anda mendengar sesuatu yang berbeda dari suara sebenarnya akibat stimulus visual.

"Jadi ini sebenarnya rekaman dengan kualitas yang sangat buruk. Otak dipengaruhi oleh apa yang Anda baca pertama, sebelum benar-benar mendengarnya. Apa yang membuat orang bingung itu bukan Yanny atau Laurel. Itu lebih dari sekadar soal YAREL," ujarnya.

Perangkat juga berpengaruh

Di sisi lain, perangkat yang digunakan juga memiliki efek tersendiri.

"Speaker atau headphone yang berbeda memilii respon frekuensiyang berbeda secara drastis. Misalnya, speaker laptop memiliki frekuensi rendah yang terbatas. Ini menyebabkan salah satu nama menjadi lebih ditekankan kepada pendengar," jelas kepala ilmuwan di Dolby Laboratories, Poppy Crum.

Alasan perdebatan ini adalah karena otak seseorang terisi dengan satu hal, sementara di sisi lain juga terisi suara yang lainnya. Ambiguitas itu menghasilkan suara yang berbeda, bahkan berubah setelah didengarkan beberapa kali.

"Alasan ilusi diferensial seperti gaun dan rekaman ini menarik karena menunjukkan bagaimana otak melakukan ini, yaitu menggabungkan informasi yang masuk dengan asumsi," kata profesor psikologi di New York University, Pascal Wallisch.

Masih penasaran? Atau mungkin Anda ingin mencobanya lagi?

What do you hear?! Yanny or Laurel pic.twitter.com/jvHhCbMc8I

— Cloe Feldman (@CloeCouture) May 15, 2018

Sumber: Liputan6.com [ita]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini