Setiap tahun, tanggal 14 November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia (World Diabetes Day/WDD). Tanggal ini dipilih untuk menghormati Sir Frederick Banting, yang bersama Charles Best, menemukan insulin pada tahun 1922. Penemuan ini telah menyelamatkan jutaan nyawa penderita diabetes di seluruh dunia. Ditetapkan pertama kali pada tahun 1991 oleh Federasi Diabetes Internasional (International Diabetes Federation/IDF) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), peringatan ini kemudian diakui sebagai Hari PBB resmi pada tahun 2006 melalui Resolusi PBB 61/225.
Hari Diabetes Sedunia merupakan kampanye kesadaran diabetes terbesar di dunia yang menjangkau lebih dari 1 miliar orang di lebih dari 160 negara. Peringatan ini bukan hanya untuk meningkatkan kesadaran tentang diabetes, tetapi juga sebagai ajang untuk bersatu, bertindak, dan mendukung penderita diabetes agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Tahun ini, tema Hari Diabetes Sedunia 2024-2026 adalah "Diabetes dan Kesejahteraan" — yang menyoroti pentingnya memberikan perawatan dan dukungan yang komprehensif, tidak hanya fokus pada kadar gula darah semata, tetapi juga kesejahteraan fisik dan mental penderita.
Advertisement
Diabetes bukan sekadar penyakit yang mempengaruhi kadar gula darah. Berdasarkan survei global terbaru yang dilakukan oleh International Diabetes Federation (IDF), sebanyak 77% penderita diabetes pernah mengalami kecemasan, depresi, atau kondisi kesehatan mental lainnya akibat penyakit mereka.
Selain itu, 4 dari 5 penderita diabetes melaporkan mengalami diabetes burnout — kondisi kelelahan fisik dan emosional akibat rutinitas perawatan diabetes yang tak kunjung usai. Temuan ini menyoroti betapa pentingnya aspek kesejahteraan dalam penanganan diabetes, sesuatu yang sering kali terabaikan.
Dalam survei yang sama, ditemukan pula bahwa 75% penderita diabetes ingin mendapatkan lebih banyak dukungan untuk kesejahteraan emosional dan mental dari penyedia layanan kesehatan mereka. Diabetes bukan hanya soal menjaga kadar gula darah tetap normal, tetapi juga menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan emosional. Dengan tema yang diangkat tahun ini, IDF berharap dapat memulai perubahan yang lebih baik dalam penanganan diabetes dengan menempatkan kesejahteraan sebagai pusat perhatian.
Advertisement
Peringatan Hari Diabetes Sedunia juga merupakan momen yang tepat bagi kita semua untuk lebih memahami pentingnya pencegahan diabetes sejak usia dini. Menurut WHO, jumlah penderita diabetes di dunia terus meningkat setiap tahunnya, termasuk pada kelompok usia anak-anak dan remaja. Pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan gaya hidup yang tidak aktif menjadi faktor utama penyebab meningkatnya kasus diabetes tipe 2 pada usia muda.
Orangtua perlu memahami pentingnya memberikan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif bagi anak-anak mereka. Memperkenalkan anak pada kebiasaan sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, menghindari makanan tinggi gula, serta rutin berolahraga dapat menjadi langkah awal untuk mencegah diabetes sejak dini. Pencegahan harus dimulai dari rumah, dengan memastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kesehatan mereka.
Advertisement
Bagi jutaan orang yang hidup dengan diabetes, tantangan yang mereka hadapi tidak hanya fisik, tetapi juga emosional dan mental. Seorang penderita diabetes harus disiplin dalam memantau kadar gula darah, mengikuti diet ketat, serta menjalani berbagai perawatan medis. Semua ini bisa menimbulkan tekanan dan rasa lelah yang luar biasa.
Sebanyak 3 dari 4 penderita diabetes melaporkan bahwa mereka merasa terbebani secara emosional oleh penyakit mereka. Diabetes adalah penyakit seumur hidup yang memerlukan perawatan intensif, dan ini sering kali menyebabkan stres yang tidak sedikit bagi penderitanya. Oleh karena itu, memberikan dukungan mental dan emosional bagi penderita diabetes sama pentingnya dengan menjaga keseimbangan kadar gula darah mereka.
Advertisement
Di berbagai negara, Hari Diabetes Sedunia diperingati dengan berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, seminar edukasi tentang diabetes, hingga kampanye kesadaran di media sosial. Pada tahun ini, tercatat lebih dari 613 kegiatan di 113 negara dan wilayah yang mendukung tema "Diabetes dan Kesejahteraan". Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesejahteraan holistik bagi penderita diabetes.
Peringatan ini juga menjadi ajang bagi para penderita diabetes, tenaga kesehatan, advokat, dan pembuat kebijakan untuk bersama-sama mencari solusi agar penderita diabetes bisa menjalani hidup yang lebih sehat dan bahagia.
Hari Diabetes Sedunia bukan hanya sekadar peringatan tahunan, tetapi sebuah ajakan untuk bertindak. Tahun ini, mari kita semua berkomitmen untuk menempatkan kesejahteraan sebagai inti dari perawatan diabetes. Mulailah dari hal kecil, seperti memberikan dukungan emosional bagi teman atau keluarga yang hidup dengan diabetes, mengikuti gaya hidup sehat, dan terlibat dalam kampanye kesadaran diabetes.
Dengan langkah-langkah kecil namun konsisten, kita bisa menciptakan perubahan besar bagi mereka yang hidup dengan diabetes. Ingatlah, diabetes bukan akhir dari segalanya, tetapi awal dari sebuah perjalanan menuju hidup yang lebih sehat dan sejahtera.