Upaya deteksi dini diabetes melalui teknologi kesehatan digital mulai berkembang di Indonesia. Di tengah meningkatnya jumlah penyandang diabetes yang telah mencapai lebih dari 20 juta orang dewasa, perusahaan kesehatan digital LIF Indonesia menggandeng perusahaan teknologi asal Singapura, Actxa, untuk menghadirkan perangkat pemantau kesehatan berbentuk smart ring dengan fitur pemantauan tren gula darah berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi tersebut ditandai dengan peluncuran LIF Core Smart Ring, perangkat wearable yang memungkinkan pengguna memantau berbagai indikator kesehatan, termasuk estimasi tren gula darah tanpa prosedur invasif seperti pengambilan sampel darah menggunakan jarum.
LIF Indonesia berperan sebagai mitra eksklusif untuk pemasaran sekaligus integrasi sistem perangkat ke dalam platform digital yang dikembangkan perusahaan.
Fitur unggulan perangkat ini adalah AI-Glucose Scan, teknologi yang dirancang untuk memberikan estimasi pemantauan tren gula darah berbasis kecerdasan buatan. Teknologi tersebut telah melalui proses pengujian dan validasi klinis yang melibatkan LIF Indonesia, Rumah Sakit UKRIDA, serta Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia).
Pengujian dilakukan terhadap 885 partisipan di Indonesia, dengan lebih dari separuh peserta merupakan penyandang diabetes. Hasil penelitian tersebut juga telah dipublikasikan dan memperoleh validasi akademik internasional melalui jurnal ilmiah yang dapat diakses melalui PubMed.
"Kolaborasi dengan Actxa merupakan langkah nyata LIF dalam memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap teknologi kesehatan preventif. Ini juga menjadi bagian dari visi kami untuk menghadirkan ‘digital health coach’ personal yang selalu menemani pengguna setiap hari," ujar CEO LIF Indonesia, Lina Sugianto dikutip Rabu (17/6).
Sementara itu, Chief Executive Officer Actxa Pte. Ltd., Marcus Soo, menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar teknologi kesehatan digital seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.
"Kolaborasi ini bukan hanya tentang menghadirkan perangkat wearable baru, tetapi juga tentang membantu masyarakat memahami kesehatan mereka melalui insight berbasis data yang relevan dengan kehidupan sehari-hari," kata Marcus.
Selain fitur pemantauan tren gula darah, perangkat berbahan titanium dengan bobot kurang dari empat gram tersebut juga dapat memantau berbagai indikator kesehatan lainnya, seperti kualitas tidur, detak jantung, saturasi oksigen darah (SpO₂), estimasi VO₂ Max, hingga aktivitas fisik intensitas sedang hingga tinggi (MVPA).
Advertisement
Terintegrasi
Seluruh data kesehatan pengguna akan terintegrasi ke dalam aplikasi LIF untuk diolah menjadi laporan dan rekomendasi kesehatan harian.
Saat ini LIF Core Smart Ring dipasarkan dengan harga Rp3.999.000 melalui kanal penjualan daring resmi serta sejumlah jaringan ritel, termasuk Erafone di wilayah Jabodetabek dan beberapa mitra penjualan di Bali.
Advertisement
Pelacak Kebugaran
Meski demikian, perusahaan menegaskan perangkat tersebut dikategorikan sebagai wellness tracker atau pelacak kebugaran. Data yang dihasilkan berupa estimasi tren kesehatan untuk mendukung edukasi gaya hidup sehat dan tidak ditujukan sebagai alat diagnosis, pengobatan, maupun pengganti konsultasi dengan tenaga medis profesional.