Berdasar Penelitian, Otak wanita Ternyata Lebih lambat Menua Dibanding Pria

Sabtu, 9 Februari 2019 14:06 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Berdasar Penelitian, Otak wanita Ternyata Lebih lambat Menua Dibanding Pria Ilustrasi otak. ©2018 Merdeka.com/Free Images

Merdeka.com - Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa otak wanita lebih muda empat tahun dibanding pria pada usia yang sama. Dilansir dari New York Post, penemuan ini cukup mengejutkan dan menjelaskan mengenai bagaimana otak wanita lebih lambat mengalami penuaan dibanding pria.

"Hal ini bukan berarti bahwa otak pria menua lebih cepat," jelas Dr. Manu Goyal dari Washington University School of Medicine.

"Mereka mengalami pendewasaan tiga tahun lebih lambat dari wanita, dan hal itu terus terjadi sepanjang hidup," jelas Goyal.

Otak wanita juga diketahui menua lebih lambat dibanding otak pria. Hal ini menyebabkan otak mereka tetap lebih tajam setelah bertahun-tahun.

"Saya pikir hal ini merupakan alasan tidak mengalami penurunan kognitif pada tahun-tahun berikutnya karena otak mereka secara efektif lebih muda dan kami sedang melakukan penelitian untuk mengonfirmasinya," ungkap Goyal.

Penelitian ini dilakukan dengan cara melihat pindaian otak dari 121 wanita dan 84 pria. Dilihat bagaimana oksigen dan glukosa mengalir ke otak pada rentang usia yang berbeda.

Kedua hal tersebut digunakan oleh manusia untuk mempertahakan perkembangan otak. Proses perkembangan sejak anak-anak hingga dewasa ini sendiri disebut sebagai glikosis aerobik. Setelah dewasa, glukosa yang dipompa ke otak semakin berkurang terus dan ketika berada di usia 60, hanya sedikit yang dipasok ke otak.

Peneliti menciptakan algoritma kecerdasan buatan untuk menebak usia seseorang berdasar asupan oksigen dan glukosa di otak. Kemudian mereka memasukkan data dari 205 partisipan.

Dari percobaan tersebut, diketahui bahwa otak wanita menua 3,8 tahun lebih muda dibanding usia nyata mereka. Penelitia memperkirakan bahwa hal ini didorong oleh tingginya tingkat glikosis muda yang dimiliki wanita sehingga mereka lebih aman dari kehilangan ingatan atau penyakit otak lainnya ketika tua.

Penuaan otak sendiri berhubungan dengan penurunan secara bertingkat pada metabolisme otak, proses kimia yang membantunya bekerja. Hal ini dapat menyebabkan masalah di kemudian hari dan peneliti berharap suatu hari penuaan ini dapat dikurangi dengan obat atau terapi otak. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini