Benarkah menyusui bikin payudara melorot?

Selasa, 9 Mei 2017 00:01 Reporter : Yoga Tri Priyanto
Benarkah menyusui bikin payudara melorot? Ilustrasi menyusui. ©Shutterstock.com/SvetlanaFedoseyeva

Merdeka.com - Banyak sekali ibu-ibu yang baru melahirkan memilih untuk memberikan susu formula lebih banyak dari ASI dengan berbagai alasan. Beberapa di antaranya karena terasa sakit saat menyusui ASI, tidak keluar banyak, dan yang lebih parah adalah alasan tidak ingin payudaranya kendur atau melorot.

Alasan terakhir mungkin sangat mengerikan. Padahal manfaat memberikan ASI kepada bayi jauh lebih menyehatkan. Selain itu dapat memperkuat ikatan antara ibu dan bayi.

Pertanyaannya, benarkah menyusui akan membuat payudara jadi kendor atau melorot?

1 dari 7 halaman

Fakta pertama

ilustrasi menyusui. © boldsky.com

Mayoritas wanita berpikir bahwa menyusui anak dengan ASI akan mengakibatkan payudara menjadi kendor atau melorot. Benarkah demikian?

Para peneliti mengatakan bahwa menyusui pada dasarnya tidak bisa menjadi satu-satunya penyebab di balik payudara yang kendor atau melorot. Masih banyak faktor lainnya.

2 dari 7 halaman

Fakta kedua

ilustrasi menyusui. © boldsky.com

Sebuah penelitian mengklaim bahwa tidak ada perbedaan bentuk dan efek pada payudara yang diamati antara dua kelompok wanita di antaranya yang memilih menyusui dan yang satu lagi memilih susu formula.

Artinya, mereka menyimpulkan bahwa kencang atau kendurnya payudara itu tidak dipengaruhi sepenuhnya hanya dengan menyusui saja.

3 dari 7 halaman

Fakta ketiga

Ilustrasi menyusui. Shutterstock/Sergey Novikov

Ada sebuah pengamatan yang dilakukan oleh para peneliti dan ini cukup menarik. Jika banyak ibu yang takut untuk menyusui anaknya karena alasan tidak ingin payudara kendur, itu salah besar.

Berdasarkan pengamatan peneliti, menyusui dapat membuat kulit terutama bagian dada lebih sehat.

4 dari 7 halaman

Fakta keempat

Ilustrasi menyusui. Shutterstock/Vitalinka

Sebenarnya, kehamilan itu sendiri yang lebih mempengaruhi payudara, ketimbang menyusui. Selama kehamilan dan saat produksi susu dimulai, ukuran dan bentuk payudara akan mengalami perubahan. Sehingga berubahnya bentuk payudara bukan semata-mata disebabkan oleh proses menyusui.

5 dari 7 halaman

Fakta kelima

Ilustrasi menyusui. ©Shutterstock/SvetlanaFedoseyeva

Kecenderungan orang yang baru melahirkan akan diminta untuk makan banyak agar produksi ASI lancar. Selain itu juga agar kandungan dalam ASI memiliki banyak gizi. Perilaku makan banyak akan menyebabkan wanita yang baru melahirkan bertambah gemuk.

Nah, bertambah gemuknya wanita akan mengakibatkan ligamen yang berada di dekat payudara sedikit meregang. Hal tersebut bisa menyebabkan melorot dan kendur.

6 dari 7 halaman

Fakta keenam

Ilustrasi menyusui. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Valua Vitaly

Tanpa disadari, ada peran genetika dalam proses penurunan atau melorotnya payudara pada wanita. Sehingga wanita tidak boleh langsung menyalahkan bahwa menyusui dapat menyebabkan payudara kendor. Mitos salah kaprah ini membuat banyak wanita jadi enggan untuk menyusui hanya karena takut payudaranya melorot.

7 dari 7 halaman

Fakta ketujuh

Ilustrasi menyusui. ©2012 Shutterstock/Dmitry Melnikov

Ada faktor lain yang menyebabkan payudara kendur atau melorot. Beberapa di antaranya adalah usia, kehamilan muliple, kebiasaan merokok, lemak tubuh dan tingkat aktivitas dalam hidup.

Para peneliti tidak menyebutkan bahwa kendurnya payudara disebabkan oleh menyusui. Ingat, tidak ada! [ega]

Baca juga:
Ladies, salah memilih ukuran bra akibatkan 7 masalah ini pada tubuh
Ukuran payudara yang terlalu besar bikin sakit punggung menyerang?
Kuning telur dan lidah buaya, ramuan alami pengencang payudara

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini