Jajaran DPP PDI Perjuangan (PDIP) yang diwakili oleh M. Prananda Prabowo, selaku Ketua DPP Bidang Ekonomi Kreatif, serta Puan Maharani, Ketua DPP dan juga Ketua DPR RI, secara simbolis memberikan tas siaga bencana dan bibit pohon kepada 38 Ketua DPD PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia. Penyerahan ini dilakukan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan yang berlangsung di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, pada hari Senin (12/1).
Acara tersebut diawali dengan pertunjukan tari teatrikal yang mengangkat tema Hamemayu Hayuning Bawono, yang merupakan sebuah karya seni yang mencerminkan tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan dunia dan kelestarian alam. Penyerahan ini merupakan bukti nyata komitmen PDI Perjuangan untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam serta mendorong pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Dalam proses penyerahan, Prananda dan Puan secara langsung memberikan bibit serta mengenakan tas bencana kepada para Ketua DPD yang maju ke podium. Melalui tindakan simbolis ini, DPP PDIP mengingatkan seluruh jajaran partai, baik di tingkat pusat maupun di akar rumput, untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Ditekankan bahwa tugas kader tidak hanya terbatas pada kegiatan politik elektoral, tetapi juga mencakup upaya kemanusiaan, mitigasi bencana, dan menjaga ekosistem sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan.
Di akhir sesi penyerahan, para Ketua DPD berfoto bersama Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, yang didampingi oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, M. Prananda Prabowo, dan Puan Maharani. Momen menarik terjadi saat sesi foto berlangsung, di mana para Ketua DPD melakukan pose menoleh ke belakang yang diikuti dengan suasana hangat di antara mereka.
Advertisement
Setelah sesi foto, Megawati secara resmi menutup rangkaian Rakernas I PDIP. "Dengan mengucap alhamdulillah, maka Rakernas I PDI Perjuangan ditutup dengan resmi," ucap Megawati.
Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Megawati selalu menekankan pentingnya setiap keluarga, terutama yang tinggal di daerah rawan, untuk memiliki Tas Siaga Bencana (TSB). Tas ini dirancang dengan berisi kebutuhan dasar yang diperlukan untuk bertahan hidup minimal selama tiga hari pertama setelah terjadinya bencana, seperti makanan siap saji, air minum, obat-obatan pribadi, pakaian, serta perlengkapan pertolongan pertama (P3K).
Lebih jauh, Megawati berharap Indonesia dapat mencontoh Jepang dalam membangun infrastruktur kebencanaan yang komprehensif. Hal ini meliputi pembangunan tanggul laut (seawall), sistem peringatan dini yang mutakhir, penyediaan jalur evakuasi, hingga penerapan protokol keselamatan yang disiplin.
Menurut Megawati, tingkat kedisiplinan dan kesiapsiagaan yang tinggi terbukti dapat meminimalkan jumlah korban jiwa saat bencana terjadi. Selain itu, pemberian bibit pohon menjadi simbol kuat bahwa PDI Perjuangan berkomitmen untuk mengambil peran sentral dalam menjaga keseimbangan ekosistem demi pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang.