Balikpapan, 04 November – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, pada Senin lalu menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara Empat Pilar utama di wilayahnya. Kolaborasi ini melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kejaksaan, serta Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri.
Penegasan ini disampaikan Rudy Mas'ud saat menghadiri Rapat Evaluasi Satuan Jajaran Kodam VI/Mulawarman Tahun Anggaran 2025 di Balikpapan. Tujuannya adalah untuk mengakselerasi pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Sinergi ini dinilai sangat krusial, terutama dalam mendukung keberadaan dan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh proses pembangunan berjalan dalam koridor hukum, keadilan sosial, dan keberlanjutan ekologis.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Rudy Mas'ud menekankan bahwa sinergi Empat Pilar ini adalah elemen vital untuk mewujudkan berbagai aspek penting dalam pembangunan daerah. Ini mencakup keamanan yang stabil, ketahanan pangan yang kuat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Selain itu, kolaborasi ini juga berperan besar dalam mendorong pembangunan yang berwawasan lingkungan di seluruh wilayah Kaltim. Keterlibatan aktif dari masing-masing pilar diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Sinergi empat pilar ini vital untuk mewujudkan keamanan, ketahanan pangan, peningkatan SDM, dan pembangunan berwawasan lingkungan,” kata Rudy Mas'ud.
Advertisement
Dengan demikian, sinergi Empat Pilar Kaltim tidak hanya menjadi jargon, tetapi sebuah komitmen bersama untuk mencapai tujuan pembangunan yang ambisius di tengah tantangan dan peluang era IKN.
Advertisement
Pemerintah Provinsi Kaltim memiliki beberapa fokus utama yang memerlukan dukungan penuh dari Empat Pilar tersebut. Dua program prioritas yang disoroti adalah program ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur.
Dalam upaya ketahanan pangan, Pemprov Kaltim secara giat mengembangkan sektor pertanian dalam arti luas, khususnya subsektor pangan dan hortikultura. Program ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional, dengan dukungan pemerintah pusat dalam pengadaan bibit, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan).
Sementara itu, di sektor infrastruktur, Pemprov Kaltim terus berupaya membangun infrastruktur penghubung, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan seperti Mahakam Ulu dan Malinau. Pembangunan ini sangat penting untuk memastikan masyarakat tidak lagi terisolasi dan mengurangi ketergantungan pasokan dari negara tetangga, sekaligus memperkuat konektivitas di Kaltim.
Advertisement
Advertisement
Sinergi dengan TNI, Polri, dan Kejaksaan dianggap krusial untuk menjaga stabilitas daerah secara keseluruhan. Hal ini penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan secara adil dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi yang kuat, pengawalan terhadap investasi dapat dilakukan dengan lebih efektif, mencegah praktik-praktik ilegal yang merugikan. Pengelolaan sumber daya alam yang adil juga menjadi prioritas, memastikan manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kaltim.
Gubernur Rudy Mas'ud menegaskan, “Kolaborasi ini harus menjadi komitmen bersama untuk menyukseskan program-program nasional.” Melalui sinergi Empat Pilar Kaltim ini, diharapkan kesejahteraan rakyat dapat terus meningkat, menjadikan Kaltim contoh sukses dalam pengelolaan pembangunan yang harmonis antara pemerintah daerah dan lembaga penegak hukum.
Advertisement
Sumber: AntaraNews