Satgas Yonif 511/DY Perkuat Ekonomi Warga Lanny Jaya dengan Borong Hasil Bumi Lokal
Prajurit Satgas Yonif 511/DY menunjukkan kepeduliannya di Lanny Jaya, Papua Pegunungan, dengan memborong hasil bumi warga, sekaligus memperkuat ekonomi lokal dan merebut hati masyarakat.
Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 511/DY menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Mereka aktif memborong hasil bumi dari warga setempat untuk dikonsumsi di pos, sebuah inisiatif yang memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat lokal.
Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari program bimbingan teritorial (Binter) yang diemban oleh Satgas Yonif 511/DY. Program ini secara spesifik bertujuan untuk mendukung perekonomian warga di daerah penugasan, khususnya di wilayah terpencil. Inisiatif ini diharapkan dapat secara signifikan meringankan beban ekonomi penduduk lokal yang sebagian besar bergantung pada hasil perkebunan dan pertanian.
Danpos Tiom Satgas Pamtas Yonif 511/DY, Kapten Inf Dwi Supriono, menjelaskan bahwa pendekatan yang humanis ini sangat penting untuk menyatu dengan kondisi sosial masyarakat. Dengan demikian, kehadiran prajurit Satgas Yonif 511/DY dapat diterima dengan baik oleh penduduk asli setempat, menciptakan suasana kondusif dan harmonis.
Dukungan Ekonomi Prajurit Satgas Yonif 511/DY di Lanny Jaya
Prajurit Satgas Yonif 511/DY secara rutin mendatangi Pasar Tradisional Kabupaten Tiom untuk membeli berbagai hasil perkebunan warga, mulai dari sayuran segar hingga umbi-umbian. Kegiatan ini menjadi salah satu pilar utama dalam program dukungan ekonomi yang dijalankan oleh Satgas, memberikan pendapatan langsung kepada masyarakat.
Kapten Inf Dwi Supriono menegaskan bahwa pembelian hasil bumi ini adalah strategi efektif untuk membantu perekonomian masyarakat. "Kami membeli hasil bumi untuk dikonsumsi di pos," ujarnya, menjelaskan bagaimana kebutuhan logistik pos diintegrasikan dengan dukungan ekonomi lokal, menciptakan simbiosis mutualisme.
Kehadiran prajurit di pasar tidak hanya sebagai pembeli, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas. Mereka berinteraksi langsung dengan pedagang, membangun komunikasi, dan memahami tantangan yang dihadapi warga. Salah satu mata pencarian utama penduduk di wilayah perbatasan adalah berdagang hasil bumi, sehingga dukungan ini sangat vital.
Melalui program ini, Satgas Yonif 511/DY tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan prajurit, tetapi juga secara konkret membantu perputaran ekonomi di tingkat akar rumput. Ini adalah wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di daerah penugasan.
Membangun Kedekatan dan Kepercayaan Masyarakat Lewat Binter
Pendekatan humanis yang dilakukan oleh prajurit Satgas Yonif 511/DY tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pembangunan hubungan sosial yang erat. Mereka berupaya keras untuk menyatu dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, memahami adat istiadat, dan menghormati budaya lokal.
Ibu Maria (45), seorang pedagang di Pasar Tradisional Kabupaten Tiom, mengungkapkan rasa senangnya atas kehadiran prajurit TNI. "Kami pedagang sangat senang karena mereka sangat ramah dan baik serta membantu perekonomian warga dengan membeli hasil perkebunan," katanya, menyoroti dampak positif interaksi langsung ini.
Kegiatan pembelian hasil bumi ini merupakan bagian integral dari program Bimbingan Teritorial (Binter) Satgas Pamtas Yonif 511/DY. Program ini dirancang untuk menciptakan kedekatan dan kepercayaan antara TNI dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman dan kondusif untuk pembangunan.
Tidak hanya di Pos Tiom, pos-pos Satgas Pamtas Yonif 511/DY lainnya yang tersebar di sepanjang daerah Pegunungan Papua juga melaksanakan kegiatan serupa. Semua upaya ini memiliki tujuan mulia untuk merebut hati dan pikiran masyarakat di wilayah penugasan, menunjukkan bahwa TNI adalah bagian tak terpisahkan dari rakyat.
Sumber: AntaraNews