Nasib Cinta Mega Belum Diputuskan, PDIP Tunggu Klarifikasi DPD DKI

DPP PDIP ingin mendengar dari DPD DKI mengapa perlu dijatuhkan sanksi organisasi kepada Cinta. Karena pemberian sanksi tidak bisa begitu saja diputuskan.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Nasib Cinta Mega Belum Diputuskan, PDIP Tunggu Klarifikasi DPD DKI
Nasib Cinta Mega Belum Diputuskan, PDIP Tunggu Klarifikasi DPD DKI (Merdeka.com)

DPP PDIP ingin mendengar dari DPD DKI mengapa perlu dijatuhkan sanksi organisasi kepada Cinta.

Anggota DPRD Fraksi PDIP Cinta Mega yang diduga kedapatan main judi online slot saat rapat paripurna telah diperiksa oleh DPP PDIP Bidang Kehormatan. Klarifikasi digelar di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (28/7).

Anggota DPRD Fraksi PDIP Cinta Mega yang diduga kedapatan main judi online slot saat rapat paripurna telah diperiksa oleh DPP PDIP Bidang Kehormatan. Klarifikasi digelar di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (28/7).
Dok. Istimewa

DPP PDIP belum memutuskan sanksi terhadap Cinta Mega karena perlu melakukan proses klarifikasi selanjutnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun mengatakan, Cinta Mega telah memberikan klarifikasi soal kasusnya. Di samping itu PDIP juga telah menerima usulan DPD PDIP DKI Jakarta terkait kasus Cinta untuk diberikan sanksi organisasi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Tetapi dalam mekanisme partai ini kan yang kalau dalam hukum sudah terdakwa itu punya hak juga itu memberi klarifikasi terhadap apa yang diusulkan oleh DPD, tadi kita sudah sampaikan, sudah periksa yang bersangkutan," kata Komarudin.

Cinta memberikan klarifikasi bahwa saat kejadian hanya ingin menghilangkan rasa bosan dengan bermain game ketika rapat paripurna.

Cinta memberikan klarifikasi bahwa saat kejadian hanya ingin menghilangkan rasa bosan dengan bermain game ketika rapat paripurna.
Dok. Istimewa

"Memang beliau menyampaikan kalau waktu itu karena mereka rapatnya terlalu lama, jadi dia sempat membuka handphone dan melihat main game, tapi dia lupa tutup, tutup kembali akhirnya itu disorot pas iklan," jelas Komarudin.

Ia tidak langsung percaya dengan keterangan dari Cinta. Maka itu DPP akan melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Ia tidak langsung percaya dengan keterangan dari Cinta. Maka itu DPP akan melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Dok. Istimewa

DPP PDIP akan meminta keterangan DPD DKI Jakarta. DPP akan menanyakan kepada DPD DKI terkait rekomendasi untuk penjatuhan sanksi organisasi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Kita masih butuh ada pemeriksaan tambahan dengan DPD-nya karena DPD sudah penuhi prosedur atau belum, sesudah itu komite etik dan disiplin merekomendasikan kepada DPP untuk jatuhkan sanksi, menyangkut sanksi itu DPP yang memutuskan," ujarnya.

DPP PDIP ingin mendengar dari DPD DKI mengapa perlu dijatuhkan sanksi organisasi kepada Cinta. Karena pemberian sanksi tidak bisa begitu saja diputuskan.

DPP PDIP ingin mendengar dari DPD DKI mengapa perlu dijatuhkan sanksi organisasi kepada Cinta. Karena pemberian sanksi tidak bisa begitu saja diputuskan.
Dok. Istimewa

Komarudin menjelaskan, ketika DPD DKI memberikan rekomendasi belum disertakan pemanggilan terhadap Cinta. Maka perlu ada mekanisme atau tahapan klarifikasi dari Cinta.

"DPD harus juga dimintai penjelasan, karena tadi menurut ibu Cinta Mega DPD langsung rapat dan memutuskan untuk memberi sanksi organisasi, itu tidak boleh, dia harus hadir di situ dan berhak menyampaikan klarifikasi, jadi tidak bisa ada berita masuk, partai langsung memutuskan. Itu tidak bisa, PDI Perjuangan tidak boleh gitu," jelas Komarudin. DPP PDIP akan memanggil DPD DKI untuk klarifikasi. Semuanya demi menjalankan mekanisme kepartaian.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Satu kali aja, klarifikasi aja dengan DPD DKI Jakarta, supaya hak dia sebagai anggota partai itu juga dijamin, tidak bisa karena media oh ada masalah anggota langsung kita tanpa kita beri kesempatan untuk dia menyampaikan masalahnya atau membela diri kita langsung dipecat itu nggak boleh," pungkas Komarudin.

Rekomendasi