Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) melalui Ketua Umum Tri Tito Karnavian, mendesak percepatan masa transisi pemulihan bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Desakan ini disampaikan setelah Seruni menyalurkan bantuan kemanusiaan di Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, pada Sabtu (14/2).
Tri Tito Karnavian menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus mencakup aspek fisik serta keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga dianggap krusial agar kebijakan dan bantuan dapat berjalan efektif dan searah.
Percepatan ini sangat penting mengingat skala kerusakan yang luas, terutama pada sektor pertanian, dan kebutuhan mendesak masyarakat menjelang bulan Ramadan serta Idul Fitri. Seruni berkomitmen untuk mendukung upaya pemulihan yang komprehensif dan berkelanjutan bagi warga terdampak.
Advertisement
Advertisement
Urgensi Percepatan Pemulihan dan Koordinasi Lintas Sektor
Ketua Umum Seruni, Tri Tito Karnavian, menyoroti pentingnya percepatan masa transisi pemulihan bagi warga Pidie Jaya yang terdampak bencana. Ia menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Untuk mencapai pemulihan yang efektif, Tri Tito Karnavian menilai perlunya koordinasi yang kuat antara berbagai kementerian dan lembaga terkait. Koordinasi ini bertujuan memastikan bahwa setiap kebijakan dan bantuan yang disalurkan dapat berjalan searah dan tepat sasaran sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Pemerintah pusat, termasuk kementerian terkait, terus melakukan rapat dan pemantauan di lapangan untuk memastikan langkah penanganan pascabencana sesuai dengan kebutuhan warga. Hal ini menunjukkan komitmen serius dalam upaya percepatan pemulihan bencana Aceh yang komprehensif.
Advertisement
Advertisement
Dampak Bencana Terhadap Pertanian dan Ekonomi Lokal
Salah satu dampak paling parah dari bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pidie Jaya adalah kerusakan pada sektor pertanian. Tri Tito Karnavian secara langsung menyaksikan ribuan hektare sawah warga yang tertimbun lumpur.
“Yang pertama, tentang sawahnya. Saya juga melihat, dengan mata kepala saya sendiri, bahwa sawah sebegitu luas, tertimbun lumpur, ya, 1.603 hektare,” kata Tri dalam keterangannya. Kerusakan ini tentu sangat memukul mata pencarian utama sebagian besar masyarakat Pidie Jaya.
Selain sawah, banyak kebun warga juga mengalami kerusakan parah, yang semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat. Kondisi ini menjadi semakin berat karena masyarakat sedang bersiap menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri, di mana kebutuhan ekonomi rumah tangga meningkat drastis.
Advertisement
Situasi mendesak inilah yang menjadikan bantuan transisi dari pemerintah pusat sangat krusial. Bantuan tersebut diharapkan dapat menopang daya tahan ekonomi warga selama masa pemulihan yang panjang dan menantang.
Advertisement
Bantuan Kemanusiaan dan Upaya Pemulihan Berkelanjutan Seruni
Sebagai bagian dari komitmennya, Seruni telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak di Kabupaten Pidie Jaya. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Gudang Dayah Timu Perum Bulog Cabang Sigli, serta di Gampong Meunasah Raya, Gampong Manyang Cut, dan Beurawang.
Bantuan yang disalurkan meliputi perlengkapan ibadah, paket sekolah, kompor satu tungku, tabung gas elpiji, kasur, ember, gayung, serta logistik kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar tersebut mencakup minyak goreng, sabun mandi, detergen, dan paket makanan ringan.
Selain penyaluran logistik, kunjungan Seruni juga dirangkaikan dengan peresmian sumur bor. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemulihan akses air bersih yang vital bagi masyarakat terdampak bencana.
Advertisement
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Seruni untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga mendukung proses transisi menuju pemulihan yang lebih berkelanjutan. Seruni berupaya memastikan bahwa masyarakat dapat kembali beraktivitas normal dengan dukungan yang memadai.
Sumber: AntaraNews