Tegaskan Komitmen Prabowo Berantas Korupsi, Presiden Kutip QS Ar Ra'd:11 di Hadapan Ulama

Presiden Prabowo Subianto kembali mengutip QS Ar Ra'd:11, menegaskan Komitmen Prabowo Berantas Korupsi dan menjaga persatuan bangsa demi Indonesia yang lebih baik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tegaskan Komitmen Prabowo Berantas Korupsi, Presiden Kutip QS Ar Ra'd:11 di Hadapan Ulama
Presiden Prabowo Subianto kembali mengutip QS Ar Ra'd:11, menegaskan Komitmen Prabowo Berantas Korupsi dan menjaga persatuan bangsa demi Indonesia yang lebih baik. (AntaraNews)

Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu, 7 Februari 2026, kembali mengutip ayat suci Al-Qur'an Surat Ar Ra'd ayat 11. Kutipan ini disampaikan saat beliau menekankan Komitmen Prabowo Berantas Korupsi dan memperbaiki berbagai masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Acara tersebut berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, di hadapan sekitar 58.000 umat Muslim yang menghadiri pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum tersebut mengubah keadaan diri mereka sendiri. Pesan ini menjadi landasan kuat bagi seruan beliau untuk melakukan perubahan internal demi kemajuan bangsa.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo dengan tegas menyatakan tidak akan ragu untuk memberantas koruptor. Langkah ini diambil agar Indonesia dapat bertransformasi menjadi negara yang lebih baik dan bersih dari praktik-praktik tercela.

Semangat Perubahan Diri sebagai Fondasi Komitmen Prabowo Berantas Korupsi

Prabowo Subianto secara konsisten menjadikan QS Ar Ra'd:11 sebagai pengingat akan pentingnya perubahan yang dimulai dari diri sendiri dan kolektif. Ayat ini menegaskan prinsip bahwa nasib suatu bangsa sangat bergantung pada upaya dan kemauan masyarakatnya untuk berubah.

Pesan ini relevan dengan kondisi bangsa yang masih dihadapkan pada berbagai persoalan, termasuk korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat negara. Presiden menekankan bahwa perbaikan harus datang dari dalam, melalui integritas dan keberanian untuk bertindak.

Komitmen Prabowo Berantas Korupsi bukan hanya sekadar janji, melainkan panggilan untuk seluruh elemen bangsa. Hal ini bertujuan untuk secara aktif terlibat dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.

Menghadapi Serangan Balik dalam Pemberantasan Korupsi

Presiden Prabowo mengakui bahwa upaya pemberantasan korupsi bukanlah tugas yang ringan dan penuh tantangan. Beliau menyoroti adanya kelompok koruptor yang tidak segan untuk menyerang balik setiap kali hukum dan keadilan hendak ditegakkan.

Kelompok-kelompok ini, yang disebutnya sebagai "perampok-perampok" dan "garong-garong", selalu berusaha menciptakan kerusuhan dan adu domba. Tujuannya adalah untuk menggagalkan upaya pembentukan pemerintahan yang bersih di Indonesia.

Meskipun demikian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ancaman ini tidak akan menyurutkan tekadnya. Beliau berjanji untuk terus menjaga Republik ini dan kekayaan bangsanya dari praktik korupsi yang merugikan.

Penegakan Hukum dan Persatuan Ulama-Umat sebagai Pilar Bangsa

Terlepas dari berbagai tantangan, Presiden Prabowo menegaskan janjinya untuk menegakkan hukum, Konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 45), dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Beliau menyatakan tidak akan ragu dan tidak akan mundur setapak pun dalam menegakkan keadilan. Presiden juga berterima kasih kepada Majelis Ulama Indonesia yang telah memberikan "suntikan keberanian" dan keyakinan akan persatuan ulama-umara.

Menurut Presiden, persatuan antara ulama dan umat Muslim sangat fundamental bagi keselamatan bangsa. Dengan menghilangkan rasa curiga, perbedaan masa lalu, dan kebencian, bangsa dapat bersatu dalam munajat untuk keselamatan bersama, menghormati semua umat dan kaum.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi