Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Mahaputera Adipurna kepada Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Penghargaan ini diterima Djamari hanya beberapa hari setelah dia tidak lagi menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Penyematan tanda kehormatan dilakukan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Penganugerahan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 87/TK Tahun 2026. Djamari menjadi satu dari tujuh penerima Bintang Mahaputera dari kalangan purnawirawan dan pejabat TNI.
Dia menerima penghargaan bersama Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
"Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam mendukung kemajuan, pengembangan, dan pembangunan TNI, serta dharma bakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional," demikian bunyi Keppres tersebut.
Advertisement
Masa Singkat Djamari di Menko Polkam
Sebelum menerima penghargaan, Djamari baru mengakhiri tugasnya sebagai Menko Polkam. Prabowo melantiknya pada 17 September 2025.
Djamari ditunjuk mengisi posisi itu setelah Budi Gunawan dicopot dari jabatan Menko Polkam dalam reshuffle kabinet pada September 2025.
Pada 1 Oktober 2026, Prabowo melantik Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Menko Polkam menggantikan Djamari.
Pengangkatan Dudung berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029.
Dengan perubahan tersebut, Djamari menuntaskan masa tugas sekitar satu tahun di kabinet.
Advertisement
Karier Militer
Djamari Chaniago lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 April 1949. Dia merupakan lulusan Akabri 1971 dari kecabangan Infanteri.
Sejak awal karier, Djamari banyak bertugas di TNI Angkatan Darat, khususnya di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), dan kemudian dipercaya memegang sejumlah jabatan strategis.
Kariernya menanjak saat menjadi Panglima Kodam III/Siliwangi pada 1997-1998. Setahun kemudian, dia diangkat sebagai Panglima Kostrad pada 1998-1999.
Setelah itu, Djamari menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada 1999-2000. Dia lalu dipercaya sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI sejak 2000 hingga pensiun pada 2004, yang menjadi salah satu posisi puncak dalam karier militernya.
Di jalur politik, Djamari tercatat sebagai anggota MPR dari Fraksi Utusan Daerah Jawa Barat pada 1997-1998 dan Fraksi ABRI pada 1998-1999. Selepas dinas militer, dia juga berkiprah di sektor korporasi sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang pada 2015-2016.