Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto baru-baru ini menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Hal ini bertujuan agar saksi dan korban dapat memberikan keterangan tanpa rasa takut dalam proses peradilan. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, pada Rabu, 7 Januari.
Purwadi Arianto menjelaskan bahwa penguatan LPSK sangat krusial untuk memastikan proses pengungkapan tindak pidana berjalan lebih efektif. Keterangan dari saksi dan korban merupakan alat bukti sah yang memiliki peran sentral dalam setiap tahapan peradilan. Kementerian PANRB menyatakan komitmen penuh untuk memberikan dukungan yang diperlukan.
Menurut Purwadi, peran besar LPSK adalah untuk menjamin seluruh rangkaian proses peradilan dapat berjalan tanpa hambatan. Oleh karena itu, dukungan terhadap lembaga ini menjadi prioritas agar keadilan dapat ditegakkan secara optimal.
Advertisement
Advertisement
Kementerian PANRB menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh dalam penataan proses bisnis dan penguatan kelembagaan LPSK. Tujuan utama dari dukungan ini adalah agar setiap instansi pemerintah, termasuk LPSK, dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi dan pembangunan nasional.
Purwadi Arianto menegaskan bahwa Kementerian PANRB akan proaktif mengidentifikasi berbagai hal yang dibutuhkan oleh LPSK. Selain itu, pendampingan intensif akan diberikan untuk memastikan penguatan kelembagaan LPSK dapat segera terwujud sesuai harapan.
Dukungan ini mencakup aspek struktural dan fungsional, memastikan LPSK memiliki kapasitas yang memadai. Dengan demikian, LPSK dapat lebih efektif dalam melaksanakan mandatnya untuk melindungi saksi dan korban.
Advertisement
Advertisement
Pada kesempatan yang sama, Purwadi juga menyoroti pentingnya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing tinggi. SDM yang berkualitas ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang akan muncul di masa depan, khususnya dalam konteks perlindungan saksi dan korban.
Menurutnya, SDM LPSK adalah garda depan dalam upaya perlindungan saksi dan korban tindak pidana. Mereka tidak hanya harus bekerja berdasarkan regulasi yang ada, tetapi juga harus digerakkan oleh nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan pengetahuan yang mendalam.
Tugas LPSK meliputi perlindungan, bantuan, dan pemenuhan hak kepada saksi dan korban tindak pidana agar aman secara fisik, psikis, dan hukum dalam proses peradilan. Hal ini membutuhkan SDM yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga adaptif terhadap dinamika hukum dan keadilan korban.
Advertisement
Advertisement
Pertemuan antara WamenPANRB dan Ketua LPSK juga membahas usulan penataan dan penguatan kelembagaan LPSK di seluruh daerah di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan perlindungan bagi masyarakat di berbagai wilayah.
Ketua LPSK Achmadi menyebutkan bahwa penataan tersebut memiliki tujuan ganda. Pertama, untuk mewujudkan pemerataan akses layanan perlindungan bagi masyarakat di seluruh pelosok negeri. Kedua, untuk meningkatkan kualitas perlindungan yang diberikan kepada saksi dan korban.
Achmadi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang telah diberikan oleh Kementerian PANRB selama ini. Ia berharap peran LPSK akan semakin kuat ke depannya, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan. Achmadi juga berharap Kementerian PANRB dapat terus memberikan masukan dan koreksi agar LPSK dapat menjaga marwahnya dalam melindungi saksi dan korban.
Advertisement
Sumber: AntaraNews