Gubernur Jambi, Al Haris, secara tegas menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana strategis Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) dan pangkalan udara baru di wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan Al Haris di Jambi pada Ahad, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.
Rencana pembentukan Kodam baru di Jambi ditargetkan terealisasi pada tahun 2026, dengan pemerintah provinsi siap menyiapkan lahan yang dibutuhkan. Selain itu, Jambi juga akan menjadi lokasi pembangunan pangkalan udara baru pada tahun 2027, sebuah inisiatif yang telah dibahas dengan Komandan Pangkalan Udara Palembang.
Dukungan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat pertahanan dan keamanan, sekaligus mengakui peran TNI yang semakin meluas dalam pembangunan. Al Haris menekankan bahwa keberadaan TNI bukan hanya sebagai kekuatan militer, tetapi juga sebagai pilar stabilitas sosial yang mendukung kelancaran program pembangunan daerah.
Advertisement
Advertisement
Rencana Strategis TNI dan Kesiapan Jambi
Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda strategis TNI yang mencakup pembentukan Kodam baru dan pangkalan udara. Gubernur Al Haris menegaskan kesiapan daerah untuk berkolaborasi dalam mewujudkan rencana penting ini. "Ke depan kita mendukung 2026 ini sesuai dengan rencana menyiapkan tanah untuk Kodam. Selain itu kemarin saya juga didatangi oleh Danlanud Palembang, tahun 2027 membangun pangkalan udara di Jambi, yang jelas kita siap untuk berkolaborasi," kata Al Haris.
Pembentukan Kodam baru di Jambi pada tahun 2026 akan memperkuat struktur komando militer di wilayah tersebut, meningkatkan efektivitas pertahanan dan keamanan. Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga kedaulatan negara serta mendukung stabilitas regional. Kesiapan penyediaan lahan menjadi bukti nyata dukungan pemerintah provinsi.
Selain Kodam, pembangunan pangkalan udara baru pada tahun 2027 juga menjadi prioritas strategis. Kehadiran pangkalan udara ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas TNI Angkatan Udara dalam menjaga wilayah udara Indonesia. Ini juga berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal melalui pembangunan infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja.
Advertisement
Advertisement
Peran Multidimensi TNI dalam Pembangunan Daerah
Gubernur Al Haris menyoroti evolusi peran TNI yang kini tidak lagi terbatas pada aspek pertahanan dan keamanan semata. TNI telah bertransformasi menjadi aktor penting dalam pembangunan wilayah, berkontribusi pada berbagai sektor. Hal ini sejalan dengan tantangan pembangunan bangsa yang semakin kompleks dan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Menurut Al Haris, dedikasi TNI dalam menjalankan tugas, baik melalui operasi rutin, pembinaan teritorial, maupun dukungan pada kegiatan sosial, patut diapresiasi. "Kita sudah semakin maju, tugas kita tentu semakin top plus. Kalau dahulu kita berbicara hanya keamanan, tapi saat ini kita juga terlibat dalam pembangunan di daerah," lanjutnya. Pernyataan ini menegaskan perluasan cakupan tugas TNI yang kini merambah ke ranah pembangunan.
Keberadaan TNI di daerah tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan pertahanan, melainkan juga sebagai pilar stabilitas sosial. Stabilitas ini memungkinkan pelaksanaan berbagai program pembangunan berjalan lancar dan berkesinambungan. Kontribusi TNI terlihat dalam mendukung program-program pemerintah seperti makan bergizi, koperasi, sekolah rakyat, hingga pemenuhan rumah layak huni.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Lintas Sektor untuk Keberhasilan Pembangunan
Al Haris menekankan bahwa tantangan pembangunan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini tidak dapat diatasi oleh satu institusi saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan terkoordinasi. Dukungan dari semua pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menyukseskan berbagai program pemerintah.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap program dapat berjalan efektif dan mencapai sasaran yang diinginkan. Gubernur Jambi memberikan apresiasi tinggi terhadap jajaran TNI atas dedikasi mereka dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di daerah.
Peran aktif TNI dalam menjaga kamtibmas juga memungkinkan iklim investasi dan pembangunan yang kondusif. "Dalam konteks inilah, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan," tutup Al Haris. Kemitraan strategis ini diharapkan terus berlanjut untuk mencapai kemajuan Jambi dan Indonesia secara keseluruhan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews