Terpilih Jadi Menko Polkam, Djamari Chaniago Ungkap Detik-Detik Penunjukan oleh Presiden Prabowo: Senior Akabri Ini Baru Tahu Sehari Sebelumnya!

Djamari Chaniago, senior Presiden Prabowo di Akabri, menceritakan momen tak terduga saat dirinya ditunjuk sebagai Menko Polkam, baru tahu sehari sebelum pelantikan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Terpilih Jadi Menko Polkam, Djamari Chaniago Ungkap Detik-Detik Penunjukan oleh Presiden Prabowo: Senior Akabri Ini Baru Tahu Sehari Sebelumnya!
Djamari Chaniago, senior Presiden Prabowo di Akabri, menceritakan momen tak terduga saat dirinya ditunjuk sebagai Menko Polkam, baru tahu sehari sebelum pelantikan. (Merdeka.com)

Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) yang baru dilantik, membagikan cerita di balik penunjukannya. Ia mengungkapkan momen tak terduga saat Presiden Prabowo Subianto memilihnya untuk posisi strategis tersebut. Pengalamannya sebagai purnawirawan TNI dan senior Prabowo di Akabri menjadi sorotan.

Purnawirawan TNI ini baru mengetahui penunjukannya sebagai Menko Polkam sehari sebelum pelantikan resminya. Informasi penting tersebut diterimanya melalui panggilan telepon langsung dari pihak Istana Negara. Kejutan ini menambah dinamika dalam Kabinet Merah Putih.

Pelantikan Djamari Chaniago berlangsung pada Rabu, 17 September, sebagai bagian dari perombakan Kabinet Merah Putih. Ia kini siap mengemban tugas berat menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Kesiapan ini menjadi fokus utama setelah resmi menjabat.

Latar Belakang Penunjukan Djamari Chaniago

Djamari Chaniago menjelaskan bahwa ia memang sering berinteraksi dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Kedekatan ini memungkinkannya untuk lebih sering berkomunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto. Hubungan baik ini telah terjalin sejak lama di lingkungan militer.

Meskipun demikian, Djamari menegaskan bahwa dalam berbagai pertemuan tersebut, tidak pernah ada pembahasan mengenai kemungkinan dirinya menjabat sebagai Menko Polkam. Penunjukan ini benar-benar datang sebagai kejutan besar baginya. Proses pemilihan berlangsung secara tertutup hingga detik-detik terakhir.

Ia baru diberitahu tentang penunjukan ini setelah menerima panggilan telepon dari Istana Negara, sehari sebelum upacara pelantikan. "Diberi tahu (akan menjadi Menko Polkam) karena tahapannya naik pangkat dulu, baru (pelantikan)," ujar Djamari. Pihak Istana tidak disebutkan secara spesifik oleh Djamari.

Profil dan Pengalaman Djamari Chaniago

Djamari Chaniago merupakan purnawirawan TNI yang memiliki rekam jejak panjang di militer. Jabatan terakhirnya adalah Kepala Staf Umum (Kasum) TNI dari tahun 2000 hingga 2004. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat dari tahun 1999 hingga 2000.

Ia juga pernah memimpin Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) ke-24 antara tahun 1998 dan 1999. Selain itu, Djamari pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi pada periode 1997-1998. Pengalaman luas ini membuktikan kapabilitas Djamari Chaniago dalam bidang pertahanan dan keamanan negara.

Menariknya, Djamari adalah alumni Akabri tahun 1971, yang menjadikannya senior bagi Presiden Prabowo Subianto yang merupakan alumni Akabri tahun 1974. Selepas pensiun dari militer, ia juga aktif di sektor sipil, termasuk sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang. Saat ini, Djamari juga menjabat anggota Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan periode 2025—2030.

Perombakan Kabinet Merah Putih dan Harapan

Pelantikan Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam definitif merupakan bagian dari perombakan (reshuffle) ke-3 Kabinet Merah Putih. Sebelumnya, jabatan ini diisi sementara oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Perombakan ini bertujuan untuk memperkuat kinerja pemerintahan.

Selain Djamari, Presiden Prabowo juga melantik sejumlah menteri dan wakil menteri lainnya pada hari yang sama. Di antaranya adalah Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 96P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024—2029 pada 8 September 2025.

Setelah resmi dilantik, Djamari Chaniago menyatakan kesiapannya untuk menjalankan tugas berat ini. Ia berkomitmen penuh dalam menciptakan keamanan dan stabilitas politik negara. Penunjukan ini diharapkan membawa angin segar bagi koordinasi bidang politik dan keamanan di Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi