Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, politik di Indonesia harus cair dan fleksibel.
AHY menilai Indonesia tidak menerapkan politik pembelahan yang hanya meliputi dua partai penguasa seperti di Amerika Serikat antara Partai Demokrat dan Republik.
Hal ini disampaikan AHY dalam konferensi pers usai bertemu Sekber Kuning Ijo Biru (KIB) di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/6).
"Kita ini multiparty sistem jadi harus terus membangun komunikasi dengan cair, fleksibel, tapi kami memilih juga tetap menjunjung tinggi etika, nilai dan juga prinsip-prinsip dalam berkomunikasi politik," ujar AHY.
Advertisement
Respons AHY Namanya Masuk Radar Cawapres Ganjar
Pernyataan ini diungkapkan AHY saat ditanya ihwal Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani yang menyebut namanya masuk radar bakal cawapres untuk Ganjar Pranowo. AHY mengaku menyambut positif pernyataan Puan.
Kendati mengapresiasi pernyataan Puan, AHY mengaku dapat merasionalisasi setiap pernyataan yang tengah disimulasikan para entitas politik. Lebih lanjut, dia menyebut Partai Demokrat tengah memantapkan rancang bangun dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
Sementara itu, dia berpandangan bahwa adanya perbedaan antara tiga partai politik yakni Demokrat, PKS dan NasDem merupakan sebuah kewajaran. Justru, ujar dia, akan terasa aneh apabila parpol yang ada dalam Koalisi Perubahan selalu satu suara.
"Malah agak aneh jika tiga partai, tiga entitas yang berdaulat dengan konstituen masing-masing, dengan agenda dan juga tujuan yang bisa dikatakan punya keunikan masing-masing. Terus semuanya seragam tanpa ada proses dialog, debat, gontok-gontokan apapun istilahnya begitu ya," kata dia.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com
Reporter: Winda Nelfira/Liputan6.com