Surat Pengakuan Utang Anies Baswedan, Erwin Aksa Soroti Poin Ini

"Kuncinya di sini," kata Erwin Aksa.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Surat Pengakuan Utang Anies Baswedan, Erwin Aksa Soroti Poin Ini
Anies Baswedan. ©2022 Merdeka.com/Liputan6.com

Wakil Ketua Umum Golkar Erwin Aksa menyampaikan penjelasan terkait surat pernyataan terkait utang Anies Baswedan untuk kampanye Pilkada 2017. Dalam surat pernyataan beredar nama Erwin Aksa dan Aksa Mahmud disebut sebagai pihak penjamin.

Erwin mengaku baru tahu ada surat pernyataan tersebut dan mengaku tidak terlibat dalam pembuatannya.

Berita Anies Baswedan lainnya, bisa diakses di Liputan6.com

"Enggak tahu saya. Bukan saya yang buat, enggak pernah lihat baru tahu," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (11/2).

Lantas, Erwin menyorot poin ketujuh dari surat pernyataan yang ditandatangani Anies Baswedan. Yaitu ihwal dihapusnya utang tersebut bila Anies dan Sandiaga Uno menang Pilkada DKI Jakarta 2017.

Bunyi poin tujuh itu adalah 'Dalam hal Saya dan Bapak Sandiaga S. Uno berhasil terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada DKI 2017, maka Bapak Sandiaga S. Uno berjanji untuk menghapuskan Dana Pinjaman I, II dan III serta membebaskan Saya dari kewajiban untuk membayar kembali Dana Pinjaman I, II dan III tersebut. Mekanisme penghapusan Dana Pinjaman I, II dan III tersebut akan ditentukan kemudian melalui kesepakatan antara Saya dan Bapak Sandiaga S. Uno.'

Secara khusus, Erwin menyoroti bagian kalimat terakhir dari poin tujuh surat pernyataan tersebut. Tentang mekanisme penghapusan utang yang ditentukan antara Anies dengan Sandiaga.

"Kuncinya di sini," kata Erwin. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut maksudnya. Keponakan Jusuf Kalla ini meminta sebaiknya ditanya ke tim legal untuk menjelaskan surat pernyataan tersebut.

Surat Pengakuan Utang Anies

Tersebar surat pernyataan terkait utang Anies Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017. Dalam surat tersebut Anies meminjam uang untuk kepentingan kampanye senilai Rp92 miliar kepada Sandiaga Uno dan pihak lainnya.

Pada poin nomor enam, Anies diwajibkan untuk mengembalikan atau membantu pengembalian bila bersama Sandiaga Uno tidak terpilih menjadi gubernur atau wakil gubernur DKI pada Pilkada 2017.

Pada poin tujuh tertulis Anies dan Sandiaga bila menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta maka, Sandiaga berjanji menghapuskan dan menebaskan Anies dari utang tersebut.

Surat yang diunggah oleh akun Twitter @Tita83079013 itu ditandatangani Anies di atas materai pada 9 Maret 2017.

Penjelasan Anies

Bakal calon presiden NasDem, Anies Baswedan mengungkap sumber utang Pilkada 2017 bukan berasal dari politikus Gerindra Sandiaga Uno. Wakil Anies di DKI Jakarta itu hanya menjadi pihak penjamin.

Anies Baswedan mengatakan, dana yang disebut utang itu merupakan bentuk dukungan berbagai tokoh untuk kampanye Pilkada DKI 2017. Namun, dalam surat perjanjian dianggap sebagai utang.

"Jadi itu kan dukungan tuh, siapa penjaminnya? Penjaminnya Pak Sandi. Jadi uangnya bukan dari Pak Sandi," kata Anies dalam YouTube Merry Riana, dikutip Sabtu (11/2).

Menurut Anies, sumber dana tersebut berbagai dari pihak yang memberikannya dukungan menjadi gubernur DKI Jakarta. Kemudian dibuat dalam perjanjian sebagai utang dan ia tandatangani. Dalam surat yang beredar nilai uang yang dipinjamkan totalnya mencapai Rp92 miliar.

"Itu ada pihak ketiga yang mendukung, kemudian saya yang menyatakan, ada suratnya, surat pernyataan utang saya yang tanda tangan," jelas Anies.

Dalam surat perjanjian tertulis bahwa uang tersebut tidak perlu dikembalikan atau dilunasi bila Anies dan Sandi memenangkan Pilkada DKI 2017. Anies dan Sandi perlu mengembalikan bila kalah.

Maka, hari ini Anies menegaskan tidak punya utang apapun terkait Pilkada DKI 2017.

"Jadi tidak ada sebuah utang yang hari ini harus dilunasi. Enggak ada. Karena ketika Pilkadanya selesai, ya selesai," kata Anies Baswedan.

 

Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com

Rekomendasi