Dianggap Perjuangkan Etika Lembaga, 27 Anggota DPR Terima Penghargaan dari MKD

Ketua MKD Adang Darajatun mengatakan, MKD Awards merupakan penilaian etis yang diyakini akan berdampak pada kinerja kelembagaan DPR secara menyeluruh.

Muhammad Genantan Saputra
Dianggap Perjuangkan Etika Lembaga, 27 Anggota DPR Terima Penghargaan dari MKD
Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota DPR dari masing-masing fraksi. Penghargaan diberikan kepada anggota parlemen yang dianggap memperjuangkan etika lembaga DPR RI.

Ketua MKD Adang Darajatun mengatakan, MKD Awards bukanlah ajang pencarian bakat atau pemberian kalkulatif sebagaimana penilaian kontestasi lainnya. MKD Awards merupakan penilaian etis yang diyakini akan berdampak pada kinerja kelembagaan DPR secara menyeluruh.

"Kita memaklumi bahwa ajang ini merupakan ikhtiar etis dan diawali dengan cara yang baik, mengapresiasi Wakil Rakyat adalah cara untuk mengapresiasi rakyat itu sendiri. Sebagai pembuktian bahwa mereka yang terpilih sejatinya adalah mereka yang memang sejak awal terpilih oleh rakyat sebagai figur yang mampu menyalurkan suara mereka dalam ruang yang etis, bukan sekadar ruang kalkulatif," kata Adang di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin, (12/12).

Adang berharap ajang yang pertama kali digelar MKD ini bisa dilanjutkan periode berikutnya. Kata dia, ajang ini bisa menjadi bagian dari sistem pengawasan internal.

"Mengawasi pelaku anggota DPR RI sebagai tugas MKD tidak hanya dilakukan berdasarkan pengadilan atau peristiwa dengan pelanggaran kode etik karena itu menempatkan MKD sebagai lembaga yang pasif. Sementara itu, penegakan etik bermakna sebagai bentuk upaya dan berkelanjutan," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan penegakan etika tidak cukup hanya diemban MKD. Menurutnya, penegakan etika adalah ikhtiar bersama yang didasari atas kesadaran kolektif sebagai wakil rakyat baik secara personal maupun secara institusional.

"Bahu membahu dalam memaknai pentingnya kesadaran etis kelembagaan adalah upaya tidak sederhana, melainkan harus berkesinambungan terus menerus, saling menjaga dan mengingatkan," kata Cak Imin.

Cak Imin menilai, penghargaan ini sebagai penegasan jika MKD DPR RI senantiasa mengajak seluruh anggota DPR RI untuk memperjuangkan penegakan etika kelembagaan bersama-sama. Dia menyebut, mereka yang terpilih akan menjadi agen-agen penegak etika sehingga keteladanan harus dijaga dan terus menjadi kebanggaan Legislatif.

"Di pundak para agen-agen penegak etika DPR inilah tersemat tanggung jawab moril bersama untuk terus ikhtiar perjuangan menegakkan etika kelembagaan DPR RI. Kita berharap momentum MKD Award ini akan terus berlanjut dan terus membangun inovasi, membangun kebanggaan dan kebersamaan kita," kata Cak Imin.

Mereka yang menerima penghargaan nominasi 'para pejuang etika lembaga DPR RI', antara lain dari fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu, Arya Bima, Ono Surono. Kemudian, dari Golkar, Adies Kadir, Kahar Muzakir, dan Ahmad Doli Kurnia.

Lalu, fraksi Partai Gerindra ada Andre Rosiade, Novita Wijayanti, dan Andi Iwan Darmawan Aras.

Selanjutnya, fraksi Partai NasDem yang menerima Ahmad Sahroni, Felly Estelita Runtuwene, dan Taufik Basari.

Fraksi PKB diberikan kepada Daniel Johan, Jazilul Fawaid, dan Luluk Nur Hamidah. Lalu, fraksi Partai Demokrat ada Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Anwar Hafidz, dan Irwan.

Fraksi PKS adalah Mahfudz Abdurrahman, Toriq Hidayat, dan Hidayatullah. Kemudian, fraksi PAN diberikan kepada Desy Ratnasari, Guspardi Gaus, dan Zainuddin Maliki. Terakhir, dari fraksi PPP ada Arsul Sani, Achmad Baidowi, dan Amir Uskara.

Para Wakil Rakyat yang terpilih sebagai pejuang etika lembaga DPR RI ini menerima sertifikat dan piala. Filosofi dari piala itu ialah kepala sebagai lambang pemikiran dan tangan tanda kebebasan berbicara sebagai anggota parlemen.

Rekomendasi