NasDem Bocorkan Calon Kuat Cawapres Anies, Bukan AHY atau Aher?

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengungkap, Anies Baswedan tengah dijodohkan dengan tokoh yang elektabilitasnya tinggi dalam hasil survei capres-cawapres. Nama ini berasal dari luar koalisi NasDem, Demokrat dan PKS.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
NasDem Bocorkan Calon Kuat Cawapres Anies, Bukan AHY atau Aher?
anies baswedan. ©2021 Merdeka.com/antara

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengungkap, Anies Baswedan tengah dijodohkan dengan tokoh yang elektabilitasnya tinggi dalam hasil survei capres-cawapres. Nama ini berasal dari luar koalisi NasDem, Demokrat dan PKS.

"Ada beberapa nama yang terus menerus dikomunikasikan, terus menerus dibangun chemistry, baik lahir maupun batin," ujar Willy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/11).

Willy belum mau menyebut siapa nama tokoh yang sedang dijodohkan dengan Anies. Ia akan membuka nama tersebut bila perjodohan sudah mencapai 90 persen.

"Jangan sekarang lah, nanti kalau kita buka semua, kalau sudah 90 persen baru kita buka," katanya.

Dia memberikan sinyal nama yang sedang dijodohkan Anies tidak jauh dari 10 besar yang muncul di elektabilitas capres survei. Serta tidak juga keluar dari radar koalisi.

"Teman-teman tahu lah siapa yang ada di dalam radar, dan tidak terlalu jauh. Ya namanya tidak mungkin nama yang bukan hanya populer tapi tidak mungkin keluar dari radar itu sendiri," ujar Willy.

Nama cawapres ini juga harus memenuhi kriteria menyolidkan partai-partai di koalisi. Serta punya hubungan yang baik dengan Anies. NasDem tidak ingin terjadi kawin paksa.

"Masih cukup waktu membangun chemistry di dua ranah, dengan capres sendiri dan chemistry dengan Parpol. Seperti yang disampaikan pak Anies tentu kehadiran cawapres bisa menyolidkan partai koalisi, bukan justru membuat retak koalisi. Nah itu yang kemudian terus menerus kami matangkan," kata Willy.

Tokoh yang sedang dijodohkan, kata Willy, bukan berasal dari usulan NasDem. Hanya saja NasDem rasional untuk memilih cawapres yang punya elektabilitas baik. NasDem juga menyerahkan sepenuhnya kepada Anies untuk memilih.

"NasDem rasional saja. Kan kami sudah menyerahkan ke pak Anies, jadi silahkan pak Anies memutuskan itu," kata wakil ketua Baleg ini.

Sebelumnya diberitakan, Anies Basewedan kini tengah berada dalam dua pilihan. Demokrat menyodorkan AHY dan PKS ingin Ahmad Heryawan (Aher) menjadi calon wakil presiden.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan punya analisis dari dua tokoh calon pendamping Anies tersebut. Dia mengatakan, AHY lebih menguntungkan dari segi elektabilitas.

"Secara individu, di berbagai survei, elektabilitas AHY sebagai cawapres lebih tinggi dari Aher. Karena nama Aher cenderung belum muncul sebagai nama cawapres yang unggul," kata Djayadi Hanan, saat dihubungi merdeka.com, Selasa (1/11).

Tak hanya dari segi elektabilitas, AHY juga mampu meraup suara dukungan dari Jawa Timur. Sementara Aher hanya kuat di Jawa Barat, karena mantan Gubernur Jawa Barat.

"Sebagai mantan Gubernur Jabar, Aher lebih kuat di Jawa Barat, sedangkan AHY, kemungkinan bisa lebih kuat di Jawa Timur. Karena basis Demokrat ada juga di Jatim, terutama daerah asal SBY dan beberapa daerah di sekitarnya. Secara elektabilitas, Anies mungkin bisa lebih terbantu bila berpasangan dengan AHY karena Anies lemah sekali di Jatim, dan cukup kuat di Jabar," jelasnya.

Djayadi menyebut, sosok AHY dipersepsikan sebagai sosok nasionalis. Yang mana, sosok tersebut sangat dibutuhkan Anies untuk mencari dukungan.

"Anies lebih dipersepsi dekat dengan kalangan Islam, sama dengan Aher. Sedangkan AHY lebih dipersepsi sebagai nasionalis. Sehingga AHY bisa lebih saling melengkapi dengan Anies (komplementaritas)," ujar dia.

Kendati demikian, dia yakin AHY tak cuma bersaing dengan Aher. Tapi nama besar seperti Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Sebab, Khofifah juga memiliki basis suara dukungan yang lumayan cukup banyak.

"Kalau sama Khofifah, mungkin bisa bersaing cukup ketat dengan AHY, kalau hanya bicara potensi elektabilitas. Khofifah juga cukup kompetitif sebagai bakal cawapres, dan bisa saling melengkapi dengan Anies," ungkap Djayadi.

"Khofifah kuat di Jawa Timur, cukup kuat di kalangan pemilih perempuan, dan berasal dari kalangan NU. Cuma memang dari sisi nasionalisnya kurang didapat. Karena Anies dan Khofifah dianggap lebih sebagai representasi kalangan Islam," imbuhnya.

Rekomendasi