Pulang Kerja, Penjual Nasi Goreng Diserang Pakai Golok

Penjual nasi goreng dibacok saat melintas di depan Kampus UKSW Salatiga sekitar pukul 03.45 WIB. Polisi sudah menangkap dua terduga. Begini kronologinya.

Arief Pramono
Oleh Arief Pramono - Reporter
Pulang Kerja, Penjual Nasi Goreng Diserang Pakai Golok
Pelaku penyerangan brutal diperiksa di Polres Salatiga (Istimewa)

Perjalanan pulang Khoirul Anwar (28), penjual nasi goreng asal Salatiga, Jawa Tengah, berubah menjadi petaka. Ia diserang menggunakan senjata tajam saat melintas di depan Kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Tangan Khoirul terluka parah setelah digunakan untuk menangkis sabetan golok yang diduga diayunkan pelaku. Saat itu, korban baru saja selesai berjualan nasi goreng di wilayah Banyumanik, Semarang, dan hendak pulang ke rumahnya di Susukan, Kabupaten Semarang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 03.45 WIB di depan Kampus UKSW, Jalan Diponegoro, Kota Salatiga.

Ketika itu, Khoirul mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU 150 warna hitam dengan nomor polisi H-2907-AGC. Ia melintas dari arah Jetis menuju Salatiga dan berkendara beriringan dengan dua pengendara sepeda motor lainnya.

Situasi mendadak berubah ketika sepeda motor yang ditumpangi dua orang tersebut tiba-tiba mengerem dan berbalik arah menuju korban.

Khoirul sempat meminta maaf. Namun, situasi justru semakin memanas. Salah seorang dari dua pengendara tersebut diduga mengeluarkan senjata tajam jenis golok dan mengayunkannya ke arah korban.

Sabetan pertama dan kedua mengarah ke bagian helm korban. Serangan kemudian berlanjut dengan tiga kali ayunan senjata tajam yang mengarah ke tubuh Khoirul.

Berusaha menyelamatkan diri, Khoirul mengangkat tangan kanannya untuk menangkis serangan. Akibatnya, telapak tangannya mengalami luka serius hingga tendon terputus dan menyebabkan korban kehilangan banyak darah.

Dalam kondisi terluka, Khoirul kemudian melarikan diri menuju kawasan Pasar Raya Salatiga. Di lokasi tersebut, ia meminta pertolongan kepada seorang pedagang sayur.

Pedagang tersebut kemudian membantu Khoirul dan membawanya ke RS Puri Asih Salatiga untuk mendapatkan perawatan medis.

Dua Terduga Pelaku Ditangkap

Kasus penyerangan tersebut kemudian ditangani Satreskrim Polres Salatiga. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial MRT (26), warga Lau Bekeri, Deli Serdang, serta PHS (26), warga Surbakti, Kabupaten Karo.

Dalam pemeriksaan awal, MRT diduga berperan sebagai pengendara sepeda motor. Sementara PHS diduga menjadi penumpang yang melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Radyitya Triatmaji Pramana membenarkan penanganan kasus tersebut. Polisi masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku, termasuk motif dan rangkaian kejadian yang berujung pada penganiayaan.

Radyitya menegaskan, aparat Satreskrim Polres Salatiga telah menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam kejadian penganiayaan tersebut.

“Saat ini, proses penyidikan masih berjalan dan kami terus mendalami peran masing-masing terduga pelaku serta motif kejadian,” pungkas Radyitya Triatmaji Pramana.

Rekomendasi