7 Tanaman Hias yang Tetap Cantik di Musim Hujan dan Kemarau, Rajin Berbunga Tahan Layu

Tanaman hias yang tetap cantik di musim hujan dan kemarau: bunga kertas, puring, soka, dan lainnya. Kenali pilihan beserta cara merawatnya agar awet.

Ibrahim Hasan
Oleh Ibrahim Hasan - Reporter
7 Tanaman Hias yang Tetap Cantik di Musim Hujan dan Kemarau, Rajin Berbunga Tahan Layu
Tanaman Yang bisa menjadi sekat alami antar area rumah. (Gambar: AI Generated)

Memilih tanaman hias yang tetap cantik di musim hujan dan kemarau penting dilakukan sekarang, ketika cuaca berada di masa peralihan. Tanaman yang kuat menghadapi perubahan kadar air akan lebih mudah dirawat sepanjang tahun.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam siaran pers 22 September 2026 memprediksi awal musim hujan 2026/2027 mundur di 529 zona musim atau 61,08 persen wilayah Indonesia. Meski diperkirakan lebih singkat, musim hujan itu umumnya bersifat normal di 510 zona musim atau 69,76 persen luas daratan.

Melansir dari University of Florida IFAS Extension, bunga kertas memiliki toleransi kekeringan yang tinggi dan justru tampil lebih baik bila tanahnya dibiarkan agak kering. Berikut adalah tanaman hias yang tetap cantik di musim hujan dan kemarau dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (30/9/2026).

1. Bunga Kertas (Bougainvillea)

Ilustrasi bunga bugenvil
Ilustrasi bunga bugenvil. (Image by rawpixel.com on Freepik)

Bunga kertas menjadi pilihan utama untuk pagar, pergola, atau pot di teras. Dalam lembar fakta Bougainvillea spp. (1999) karya Edward F. Gilman dari University of Florida, toleransi kekeringan tanaman ini dinilai tinggi. UF/IFAS Gardening Solutions menjelaskan bahwa warna cerah yang kita lihat sebenarnya bukan bunga sejati, melainkan daun pelindung bunga yang tahan lama dan muncul berkala sepanjang sebagian besar tahun.

Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh dan justru tampil lebih baik ketika tanahnya sedikit kering. Karena itu, UF/IFAS menyarankan pemilik tidak memanjakannya dengan air. Publikasi UF/IFAS Extension Nassau County menambahkan, bunga kertas yang terlalu teduh atau terlalu banyak air cenderung enggan berbunga.

Saat hujan, pastikan pot berdrainase baik dan letakkan di tempat yang tetap mendapat cahaya. Pemangkasan sebaiknya dilakukan setelah masa berbunga atau pada awal musim hujan, sebab UF/IFAS mengingatkan pemangkasan yang terlambat dapat mengurangi bunga pada periode berikutnya.

2. Puring (Codiaeum variegatum)

Puring (Codiaeum Variegatum)
Puring (Codiaeum Variegatum). (Gambar: David Clode/Unsplash)

Puring tampil cantik lewat daunnya, bukan bunga. Melansir dari UF/IFAS Gardening Solutions, daun puring hadir dalam beragam warna, mulai dari merah, oranye, kuning, merah muda, ungu, hijau, hingga putih. Karena keindahannya bertumpu pada daun, tampilannya relatif stabil sepanjang tahun.

Sebagian besar puring tumbuh terbaik di bawah sinar matahari penuh, tetapi banyak jenis juga tahan, bahkan menyukai, naungan sebagian. Sinar terik yang berlebihan dapat membuat warna memudar. Publikasi UF/IFAS Croton Production and Use menyebut puring dapat tumbuh di sinar penuh atau naungan sebagian dan tahan kering setelah mapan.

Meski begitu, North Carolina State Extension menyarankan media yang kaya humus, berdrainase baik, dan sesekali dibiarkan kering. Daun muda yang layu bisa menjadi tanda tanaman haus, menurut UF/IFAS. Jadi, saat kemarau siram bila daun muda mulai layu, dan saat hujan pastikan air tidak tergenang di sekitar akar.

3. Soka (Ixora)

Soka
Bunga soka. (Gambar: Rahul Mishra/Pexels)

Soka dikenal dengan kelompok bunga kecil berwarna merah, oranye, kuning, merah muda, atau putih. Menurut UF/IFAS Gardening Solutions, tanaman ini berbunga sepanjang tahun, dan satu kelompok bunga dapat bertahan enam hingga delapan minggu. Toleransinya terhadap kekeringan tergolong sedang.

Soka menyukai tanah yang lembap tetapi berdrainase baik dan bersifat asam. Dalam lembar fakta Ixora coccinea (1999) karya Edward F. Gilman, tanaman ini disebut tumbuh optimal di sinar penuh dengan media seperti itu, dan jamur akar dapat menjadi masalah. Publikasi UF/IFAS ENH955 karya Keeler, Gabel, dan Schoellhorn menegaskan agar soka tidak disiram berlebihan.

Untuk menjaga bunga tetap banyak, cukup pangkas satu kali dalam setahun. UF/IFAS Extension Charlotte County mengingatkan pemangkasan yang terlalu sering justru memotong calon bunga baru. Saat kemarau, jaga media tetap lembap, bukan basah kuyup.

4. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Kembang Sepatu
Kembang Sepatu. (Gambar: Nasim Uddin/Unsplash)

Kembang sepatu menghadirkan bunga besar yang mencolok. Lembar fakta UF/IFAS menyebut bunganya muncul sepanjang tahun, dengan toleransi kekeringan sedang. UF/IFAS Gardening Solutions menambahkan bahwa setiap bunga hanya bertahan sehari, tetapi tanaman menghasilkan bunga baru dalam masa berbunga yang panjang.

Tanaman ini memerlukan tanah berdrainase baik dan air yang memadai. Publikasi Hibiscus in Florida karya D. L. Ingram dan L. Rabinowitz dari UF/IFAS menyebut kembang sepatu memerlukan penyiraman rutin pada masa kekeringan. Bunganya muncul pada tunas baru, sehingga pembungaan bergantung pada pertumbuhan baru.

Kunci menjaga kecantikannya adalah keseimbangan air. Lembar fakta UF/IFAS menyebut kuncup dapat rontok akibat air yang terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Mulsa organik juga membantu menghemat air saat kemarau, menurut publikasi yang sama.

5. Lidah Mertua (Dracaena trifasciata)

Lidah Mertua
Lidah Mertua. (Gambar: Kara Eads/Unsplash)

Lidah mertua, yang dahulu dikenal sebagai Sansevieria, adalah tanaman tegak dengan daun tebal dan tegas. North Carolina State Extension menyebutnya awet, mudah ditanam, dan tahan kekeringan, tanah kering, panas, naungan pekat, serta kelembapan.

Tanaman ini cukup mendapat sinar langsung beberapa jam sehari karena toleran terhadap cahaya yang sangat rendah. Syarat utamanya adalah tanah berdrainase baik dan penyiraman yang hati-hati. NC State menegaskan tanaman jangan disiram berlebihan karena akar akan busuk. Pada masa tumbuh, biarkan tanah mengering di antara penyiraman.

Penn State Extension memberi gambaran serupa. Lidah mertua bisa mati karena kelebihan air, tetapi tidak disiram sekitar sebulan pun tidak banyak masalah. Karena itu, saat musim hujan, letakkan pot di tempat yang terlindung dari genangan air.

6. Andong (Cordyline fruticosa)

Tanaman Ti atau Andong
Tanaman Ti atau Andong. (dok. Pexels.com)

Andong menawarkan daun panjang dengan semburat merah muda, merah tua, hingga ungu. Publikasi UF/IFAS Cordyline terminalis Ti Plant karya Edward F. Gilman, Ryan W. Klein, dan Gail Hansen menyebut tanaman ini baik di sinar penuh maupun naungan sebagian hingga penuh, memerlukan tanah subur berdrainase baik, dan hanya tahan kekeringan singkat.

Missouri Botanical Garden menambahkan bahwa andong tidak tahan kekeringan berkepanjangan dan memerlukan tanah yang konsisten lembap sejak musim semi hingga gugur. North Carolina State Extension menyarankan sirkulasi udara yang baik serta menghindari penyiraman berlebihan dan tanah becek.

Dengan demikian, andong lebih cocok untuk Anda yang rajin menyiram saat kemarau. Saat hujan, tanaman ini relatif nyaman selama media tidak tergenang. NC State juga mengingatkan cahaya terang tidak langsung diperlukan agar warna daun tetap cerah.

7. Nanas Kerang (Tradescantia spathacea)

Tradescantia spathacea
Nanas Kerang (Tradescantia spathacea) (Pexels/Vedant Sharma)

Nanas kerang, atau dikenal juga sebagai Rhoeo, memiliki daun hijau dengan sisi bawah keunguan. Dalam lembar fakta UF/IFAS Tradescantia spathacea (2007), toleransi kekeringannya tinggi dan tanaman ini disebut tumbuh baik di tempat yang cukup terang hingga teduh. Tanahnya boleh sesekali basah, tetapi harus berdrainase baik.

UF/IFAS bahkan menyebut tanaman ini sangat tahan kering hingga bisa tumbuh di celah dinding beton. Namun, tanaman ini rentan terhadap masalah daun dan akar bila disiram berlebihan. Missouri Botanical Garden menambahkan, bunga putih kecilnya terlindung oleh daun pelindung ungu berbentuk perahu.

Di tempat teduh, warna daun bisa kurang cerah dan batang cenderung memanjang. Karena itu, berikan cahaya tersaring bila ingin warnanya tetap tegas. Nanas kerang cocok sebagai penutup tanah di pinggir taman yang sesekali becek saat hujan.

Ketahanan di Musim Hujan dan Kemarau

Tanaman Rambat Bougenville (Bunga Kertas)
Tanaman Rambat Bougenville (Bunga Kertas). (AI Generated)

Tabel berikut merangkum perilaku tujuh tanaman hias yang tetap cantik di musim hujan dan kemarau berdasarkan sumber yang dikutip.

Tanaman Saat kemarau Saat hujan
Bunga kertas Toleransi kekeringan tinggi Perlu sinar penuh dan drainase; air berlebih menghambat bunga
Puring Tahan kering setelah mapan Hindari genangan di sekitar akar
Soka Toleransi sedang; media dijaga lembap Jangan disiram berlebihan
Kembang sepatu Toleransi sedang; perlu siram rutin Butuh tanah berdrainase baik; kuncup bisa rontok bila kebanjiran air
Lidah mertua Sangat tahan kering Rawan busuk akar bila tergenang
Andong Hanya tahan kering singkat Nyaman selama tidak becek
Nanas kerang Sangat tahan kering Tahan tanah sesekali basah asal drainase baik

Mengapa Pergantian Musim Tahun Ini Perlu Diwaspadai

Siaran pers BMKG menyebut El Nino dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole berdampak pada berkurangnya curah hujan. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan kombinasi kedua fenomena itu memperpanjang kekeringan sehingga musim hujan datang terlambat dan lebih singkat.

Menurut BMKG, sebagian besar wilayah baru memasuki musim hujan pada November 2026 di 185 zona musim dan Desember 2026 di 266 zona musim. Puncaknya diprediksi berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027. BMKG juga mencatat hari tanpa hujan terpanjang saat ini mencapai 131 hari di Kabupaten Bantul. Di sisi lain, BMKG meminta perhatian pada 147 zona musim yang hujannya diprediksi lebih basah dari normal.

Artinya, tanaman bisa menghadapi dua kondisi ekstrem berurutan: kering panjang, lalu hujan yang datang tiba-tiba. Tanaman hias yang tetap cantik di musim hujan dan kemarau akan lebih aman dipilih untuk situasi seperti ini.

Cara Menjaga Tanaman Hias Tetap Cantik Saat Hujan

Perbaiki Drainase Media Tanam

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, dalam panduan antisipasi musim hujan bagi petani sayuran, menjelaskan bahwa hujan berintensitas tinggi dapat membuat media tanam terlalu basah atau becek hingga mengganggu perkembangan tanaman. Media harus porus agar kelebihan air mengalir turun. Prinsip ini juga berlaku bagi tanaman hias dalam pot.

Kurangi Penyiraman dan Jaga Sirkulasi Udara

Saat hujan, tanah cenderung tetap basah sehingga penyiraman tambahan sering tidak diperlukan. BMKG juga menyarankan sirkulasi udara ruangan dioptimalkan untuk menurunkan kelembapan pada musim hujan. Prinsip serupa membantu tanaman di teras tertutup agar daun tidak terus lembap.

Cara Menjaga Tanaman Hias Tetap Cantik Saat Kemarau

Pilih Tanaman Sesuai Kebutuhan Air

UF/IFAS Gardening Solutions menegaskan bahwa tanaman tahan kering bukan berarti tidak perlu disiram sama sekali. Jenis seperti itu hanya memiliki peluang pulih lebih besar. Semua tanaman akan menderita pada kemarau yang panjang. Kelompokkan tanaman berdasarkan kebutuhan air, misalnya lidah mertua dan nanas kerang di satu area, serta andong dan kembang sepatu di area lain.

Hemat Air dengan Mulsa dan Tampungan

Gunakan mulsa organik di permukaan media untuk menekan penguapan. BMKG mengimbau masyarakat berhemat memanfaatkan air hujan yang jarang turun serta menambah kapasitas tampung pada skala rumah tangga. Air tampungan itu bisa dipakai untuk menyiram tanaman hias pada masa kering.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Hias yang Tetap Cantik Musim Hujan dan Kemarau

1. Tanaman hias apa yang paling aman dipilih untuk musim hujan dan kemarau?

Lidah mertua dan nanas kerang termasuk yang paling tahan kering, menurut North Carolina State Extension dan UF/IFAS. Syaratnya, media berdrainase baik agar akar tidak busuk saat hujan.

2. Apakah bunga kertas bisa berbunga di musim hujan?

Bisa, tetapi UF/IFAS menyebut terlalu banyak air atau terlalu teduh menghambat pembungaan. Letakkan di sinar penuh, pakai media berdrainase baik, dan kurangi penyiraman.

3. Perlukah menyiram tanaman tahan kering saat kemarau panjang?

Tetap perlu. Menurut UF/IFAS Gardening Solutions, tanaman tahan kering hanya memiliki peluang pulih lebih besar, bukan kebal terhadap kekeringan panjang.

4. Kapan waktu terbaik memangkas tanaman hias berbunga?

Bunga kertas sebaiknya dipangkas setelah berbunga atau pada awal musim hujan, menurut UF/IFAS. Soka cukup dipangkas sekali setahun agar calon bunga tidak terpotong.

5. Apakah tanaman hias ini aman bagi hewan peliharaan?

Tidak semua aman. Puring dan bunga kertas dicatat beracun, sehingga sebaiknya ditempatkan di tempat yang sulit dijangkau hewan dan anak.

Rekomendasi