Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusulkan nama Wakil Ketua Majelis Syura PKS Ahmad Heryawan (Aher) sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres). Aher didorong untuk mendampingi Anies Baswedan yang digadang-gadang sebagai bakal calon Presiden yang akan diusung Partai NasDem.
Juru Bicara DPP PKS Muhammad Kholid mengatakan, Aher dipilih karena memiliki tiga kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan. Pertama, memiliki kapasitas untuk menang.
"Ahmad Heryawan memiliki tingkat keterpilihan yang bagus, bukan hanya di survei tapi di lapangan politik dalam kontestasi pilkada. Aher menang dua kali di Pilgub Jawa Barat. Ini luar biasa karena Jawa Barat adalah provinsi terbesar di Indonesia, menyumbang jumlah pemilih terbesar di Pilpres," kata Kholid dalam rilis resminya, pada Minggu (30/10).
Alasan kedua, Aher dinilai memiliki kapasitas untuk mengelola pemerintahan. PKS menilai Aher sukses memimpin Jawa Barat selama 10 tahun. Dia memaparkan, selama kepemimpinan Aher, Jawa Barat mendapatkan banyak penghargaan dari institusi di dalam dan luar negeri.
"Artinya, kapasitas kepemimpinan Aher diakui di level nasional maupun internasional. Rekam jejak kepemimpinan ini sangat penting untuk menilai sosok tersebut mampu atau tidak memimpin," tambah Kholid.
Terakhir, Aher dianggap punya kapasitas untuk mempersatukan karena ia dianggap PKS mampu memimpin rakyat Jawa Barat untuk hidup rukun, toleran, dan harmoni.
"Dia mampu membuktikan sebagai pemimpin yang inklusif, yang mengayomi semua kelompok, lintas agama, lintas suku, lintas adat, dan lintas latar belakang," kata Kholid.