Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Utut Adianto menjamin PDIP tidak akan mengganggu koalisi yang telah dibangun oleh Gerindra dan PKB jika diajak bergabung. PDIP punya sejarah panjang untuk menjaga tatanan koalisi yang sudah tertata.
"PDI Perjuangan punya sejarah panjang lah kalau untuk menjaga keadilan kalau sudah tertata baik, kita enggak akan melakukan atau bahasanya ngaco, yang ada kita angkat bersama," ujar Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9).
Utut menyinggung pembagian alat kelengkapan dewan di DPR RI. Sebagai partai pemenang pemilu, PDIP membagi jatah ke setiap partai seadil mungkin.
"Kita punya sejarah panjang kan kemarin di AKD alat kelengkapan dewan kemarin coba pelajari temen-temen kita tetap berbagi ke semua fraksi baik pemerintah non pemerintah semua dapat jabatan. Kita tidak menihilkan orang," ujarnya.
Namun soal bagaimana pembagian jatah yang adil dengan Gerindra dan PKB belum dijawab Utut. Sebab PDIP belum resmi berkoalisi dan masih melakukan safari politik.
"Loh kami ini kan belum dalam posisi dengan siapa-siapa kita bersafari dahulu nanti lapor ke ibu di ancer-ancer akhir Oktober," ujar Utut.
Advertisement
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Desmond J Mahesa menuturkan, pihaknya mempertimbangkan bila Ketua DPP PDIP Puan Maharani mau menjadi calon wakil presiden mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Namun, perlu dicatat Gerindra telah berkoalisi dengan PKB. Sehingga perlu dibahas bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
"Konfigurasi kita pertimbangkan, kalau Puan mau jadi wakil. Tapi harus dibicarakan dulu dengan Pak Muhaimin, mau enggak pak Muhaimin mengalah?" ujar Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/9).
Gerindra tidak ingin meninggalkan PKB yang sudah lebih dulu bersama-sama membangun koalisi. Kalau Muhaimin tidak memberikan izin kepada Puan dan PDIP, Desmond lebih setuju memasangkan Prabowo dengan Muhaimin.
"Masa Muhaimin yang sudah teman bagus, tiba-tiba Puan datang geser Muhaimin, kalau Muhaimin mau boleh lah, kalau enggak, saya lebih setuju sama Muhaimin daripada Puan ya," ujarnya.