Megawati: Sekarang Terjadi Korupsi, Apakah Mau Terus-menerus Seperti itu?

Dalam HUT ke-81 RI, Megawati menyoroti korupsi Indonesia dan keadilan hukum. Ia melontarkan pertanyaan tegas kepada kader PDIP. Ini kutipannya.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Megawati: Sekarang Terjadi Korupsi, Apakah Mau Terus-menerus Seperti itu?
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri saat memimpin Upacara HUT Kemerdekaan RI di sekolah partai. (Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti isu korupsi Indonesia dalam pidato peringatan kemerdekaan. Ia mempertanyakan apakah praktik tersebut akan terus dibiarkan berlarut.

Pernyataan itu disampaikan Megawati saat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bersama kader PDIP di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).

Dalam pengantarnya, Megawati mengingatkan kader agar tidak melupakan pengorbanan para pejuang dan menegaskan bahwa kemerdekaan tidak semestinya hanya dirayakan dengan upacara atau perlombaan. Ia berkata, "Sekarang terjadilah korupsi dan lain sebagainya. Apakah kalian mau terus-menerus seperti itu?"

Cita-Cita Kemerdekaan dan Korupsi Indonesia

Megawati menautkan persoalan korupsi dengan cita-cita dasar kemerdekaan. Menurutnya, para pejuang telah mengorbankan darah dan nyawa untuk mewujudkan negara berdaulat yang harus dijaga bersama.

Ia juga mempertanyakan capaian kemerdekaan bagi seluruh warga. Megawati bertanya, "Apakah kemerdekaan telah benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia?"

Usai pertanyaan soal korupsi, peserta yang hadir merespons serempak. "Tidak," jawab peserta.

Megawati kemudian meminta jawaban lebih keras, dan respons kembali terdengar. "Tidak," timpal peserta lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Megawati meminta kader PDIP tidak hanya mengejar kesenangan pribadi. Ia menegaskan pentingnya menjaga semangat perjuangan dan ikut memikirkan arah bangsa ke depan.

Kesenjangan Ekonomi dan Hukum yang Dinilai Belum Tegak

Megawati menyinggung kesenjangan ekonomi serta penegakan hukum. Ia mempertanyakan mengapa negara hukum masih sulit diwujudkan sehingga ketidakadilan dinilai tetap terjadi.

Menurut Megawati, hukum semestinya berlaku adil bagi seluruh warga negara. Ia menekankan bahwa rakyat kecil tidak boleh mendapatkan perlakuan berbeda dibanding mereka yang menghadapi perkara besar.

Megawati juga mengingatkan agar kekuasaan tidak mengalahkan suara hati nurani. "Jangan sampai kekuasaan mengalahkan suara hati nurani," tegasnya.

Rekomendasi