Hadiri Upacara di Istana Pakai Tenun NTT, Puan Tekankan Soal Tegaknya Keadilan dan Persatuan Bangsa di HUT ke-81 RI

Puan Maharani HUT RI ke-81 hadir di Istana dengan tenun NTT. Ia menyinggung persatuan, keadilan, dan situasi NTT pascagempa. Ini pesannya.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta - Reporter
Hadiri Upacara di Istana Pakai Tenun NTT, Puan Tekankan Soal Tegaknya Keadilan dan Persatuan Bangsa di HUT ke-81 RI
Ketua DPR, Puan Maharani membacakan teks proklamasi saat upacara peringatan HUT ke-76 RI di Istana Merdeka, Selasa (17/8/2021). Pada tahun ini, upacara dihadiri oleh undangan terbatas yang terlibat dalam rangkaian upacara peringatan. (Foto:Muchlis Jr-Biro Pres Sekretariat Presiden)

Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Ia menekankan pentingnya persatuan dan tegaknya keadilan bagi seluruh rakyat pada momen peringatan kemerdekaan tahun ini.

Puan hadir dengan kebaya modern putih dipadu kain merah serta selendang tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) bernuansa hitam sebagai simbol duka atas gempa bumi di wilayah tersebut yang menewaskan 53 orang.

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi digelar di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026), dengan Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara.

Seruan Khidmat di Tengah Duka NTT

Menjelang upacara dimulai, Puan menjelaskan busana yang dikenakannya. "(Mengenakan) kebaya modern. Ini (selendang tenun) NTT," kata Puan sebelum upacara dimulai.

Ia mengajak masyarakat memperingati Hari Kemerdekaan secara khidmat dan sederhana, mengingat Indonesia sedang berduka usai gempa besar melanda NTT dan sekitarnya. "Di peringatan Hari Kemerdekaan kali ini, bangsa Indonesia sedang berada dalam suasana keprihatinan atas bencana gempa bumi yang baru saja terjadi di NTT," tutur Puan.

"Mari kita mendoakan para korban bencana, dan semoga pemulihan dapat sesegera mungkin di wilayah terdampak gempa NTT," lanjut mantan Menko PMK itu.

Di area podium upacara, Puan duduk bersebelahan dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Podium tersebut berada di sisi kanan podium Presiden Prabowo Subianto.

Puan Maharani di HUT RI: Persatuan dan Keadilan

Puan menekankan bahwa usia ke-81 kemerdekaan menjadi penanda untuk terus memperkuat fondasi kebangsaan. "81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia adalah tonggak untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kedaulatan bangsa, menegakkan keadilan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Puan.

Ia meminta seluruh rakyat Indonesia memelihara dan memperkuat persatuan. Puan mengingatkan, tanggung jawab merawat persatuan berada di pundak seluruh anak bangsa, dan terlebih lagi berada pada para penyelenggara negara.

"Maka sekali lagi, kebijakan-kebijakan Negara harus dapat melindungi, mensejahterahkan, dan mencerdaskan rakyat," pesan cucu Proklamator RI Sukarno tersebut.

Tema HUT dan Ajakan Gotong Royong

Puan menyebut tema HUT ke-81 RI, 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur', harus menjadi momentum untuk menaikkan standar keberhasilan pembangunan nasional demi kesejahteraan rakyat. Untuk mencapainya, ia menilai kerja bersama seluruh elemen bangsa mutlak diperlukan.

"Ketika seluruh anak bangsa menjunjung tinggi semangat gotong royong, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan, maka pembangunan tidak hanya berjalan lebih efektif, akan tetapi juga mampu menghadirkan manfaat yang besar dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia," sebut Puan.

Puan juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan di tengah perbedaan. Ia menegaskan, keberagaman bukan ancaman bagi persatuan, melainkan harmoni yang disatukan oleh cita-cita dan tujuan bersama sebagai rakyat Indonesia.

"Dengan semangat bergotong royong, kita terus melangkah menuju Indonesia yang semakin maju, kuat, dan bermartabat," tegasnya.

"Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Merdeka," pungkas Puan.

Rekomendasi