Pemerintah telah membentuk panitia seleksi (pansel) untuk memilih anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2022-2027. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) memberikan catatan. Tim pansel diharapkan memilih anggota KPU dan Bawaslu yang mampu belajar menyesuaikan diri dengan cepat.
"Memang tantangannya nanti anggota KPU-Bawaslu yang terpilih harus bisa belajar cepat untuk bisa menyesuaikan diri," kata Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati saat dihubungi merdeka.com, Rabu (13/10).
Khoirunnisa mengatakan calon anggota KPU dan Bawaslu harus belajar cepat lantaran pemilu 2024 digelar serentak untuk pertama kalinya.
"Apalagi jika nanti ada orang-orang baru yang belum punya pengalaman dalam penyelenggaraan pemiilu," ujarnya.
Mengacu aturan undang-undang, masa jabatan anggota KPU-Bawaslu akan habis pada April 2022. Untuk itu, seleksi anggota KPU-Bawaslu baru merupakan sebuah keharusan.
"Jadi sekarang memang sudah saatnya untuk seleksi. Sehingga dari proses seleksi sekarang ini diharapkan di bulan April sudah terpilih anggota KPU-Bawaslu yang baru," tambahnya.
Dengan seleksi tersebut, kata dia, tahapan pemilu tidak akan terganggu. "saya rasa tidak akan mengganggu tahapan pemilunya, karena nanti masih ada di awal-awal tahapan pemilu," katanya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengumumkan Tim Seleksi calon anggota KPU RI dan Bawaslu RI periode 2022-2027. Ada 11 nama yang mengisi jabatan pada Tim Seleksi tersebut.
Daftar tim tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 120/P Tahun 2021 tentang Pembentukan Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Calon Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Masa Jabatan 2022-2027.
Ke-11 anggota Timsel tersebut adalah Juri Ardiantoro menjabat sebagai ketua merangkap anggota Timsel, Chandra M Hamzah sebagai wakil ketua merangkap anggota, Bahtiar sebagai Sekretaris merangkap anggota.
Sementara delapan anggota Timsel lainnya yaitu Edward Omar Sharif Hiariej, Airlangga Pribadi Kusman, Hamdi Muluk, Endang Sulastri, I Dewa Gede Palguna, Abdul Ghaffar Rozin, Betti Alisjahbana, dan Poengky Indarty.