Takut Langgar Aturan, Jokowi Ganti Bagi-Bagi Sepeda dengan Foto Bareng

Jokowi mengganti hadiah sepeda dengan foto dirinya yang sedang berdialog bersama kepala desa di atas podium. Foto itu diberi sampul dengan logo Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Takut Langgar Aturan, Jokowi Ganti Bagi-Bagi Sepeda dengan Foto Bareng
Presiden Jokowi Hadiri Silahturahmi Nasional Pemerintah Desa se-Indonesia. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Presiden Joko Widodo mengaku tak bisa lagi membagikan sepeda pada setiap orang yang ia panggil ke panggung dalam sebuah acara kunjungan kerja karena sudah mendekati Pemilihan Presiden. Sebab, dia harus menjaga etika agar tak dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengingat dirinya adalah calon presiden petahana.

Hal itu ia katakan saat memanggil tiga orang kepala desa dalam acara pengarahan Presiden RI kepada Silaturahmi Nasional Pemerintahan Desa Se-Indonesia di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (10/4).

Di acara itu, Jokowi mengganti hadiah sepeda dengan foto dirinya yang sedang berdialog bersama kepala desa di atas podium. Foto itu diberi sampul dengan logo Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

"Biasanya yang maju ke depan saya beri sepeda. Dalam proses menuju pilpres engga boleh ngasih sepeda nanti bisa kena masalah dengan Bawaslu oleh sebab itu saya beri foto saja," kata Jokowi.

Jokowi sedikit berguyon dengan tiga kepala desa yang dipanggil ke podium untuk berdialog. Kata dia, foto dengan sampul Istana Kepresidenan itu bisa ditukar atau seharga dengan 20 sepeda.

"Kalau mau dituker lebih dari 20 sepeda karena di belakang album foto Istana Presiden RI," tutupnya.

Rekomendasi