Debat Capres Soal Korupsi, Jokowi Dinilai Punya Beban Lebih Berat Dibanding Prabowo

Sebagai petahana, Jokowi memiliki rekam janji-janji Pilpres 2014 yang belum terlaksana. Termasuk jika bicara tema korupsi.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Debat Capres Soal Korupsi, Jokowi Dinilai Punya Beban Lebih Berat Dibanding Prabowo
Debat Capres jilid II. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz menilai calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf memiliki beban besar pada saat debat perdana nanti, Kamis (17/1). Sebagai petahana, Jokowi memiliki rekam janji-janji Pilpres 2014 yang belum terlaksana. Termasuk jika bicara tema korupsi.

"Jika dilihat secara obyektif, Jokowi punya beban lebih bicara tentang korupsi, dibandingkan Prabowo," kata Donal di kantor MMD Initiative, Senen, Jakarta Pusat, Senin (14/1).

Sebagai petahana, Jokowi harus menjelaskan dengan detail apa saja yang sudah dikerjakan selama empat tahun pemerintahannya, dalam kerangka pemberantasan korupsi. Termasuk dalam dari sisi janji politik Jokowi memperbesar anggaran KPK.

"Dulu di Pilpres 2014, Jokowi dalam kampanyenya berjanji menaikkan anggaran KPK. Tapi sampai sekarang itu justru tidak terlaksana," ujarnya.

Sementara penantangnya, pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga lebih bebas berimprovisasi tentang hal-hal yang akan dilakukannya ke depan. "Pak Prabowo bebas berjanji menyelesaikan kasus Novel Baswedan dalam 30 hari," katanya mencontohkan.

Perihal kasus penyiraman penyidik senior KPK Novel Baswedan, dia meyakini langkah Polri membentuk tim gabungan sulit dipisahkan dari asumsi publik bahwa pembentukannya berkaitan dengan debat capres.

"Walau kita mendukung tim itu sejak awal, tapi tidak direspon jauh-jauh hari sejak kasus Novel bergulir. Diresponnya justru beberapa hari menjelang debat," ucapnya.

Rekomendasi