Soal main dua kaki, SBY akan sampaikan sikap di HUT Puncak Demokrat

Soal main dua kaki, SBY akan sampaikan pidato politik di HUT Puncak Demokrat. Pidato politik itu bakal disampaikan SBY dalam acara puncak HUT ke-17 Demokrat di Djakarta Theater.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Soal main dua kaki, SBY akan sampaikan sikap di HUT Puncak Demokrat
Pidato SBY di Cibinong. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menyampaikan pidato politiknya terkait kabar dua kaki dilakukan Demokrat dalam Pilpres mendatang. Pidato politik itu bakal disampaikan SBY dalam acara puncak HUT ke-17 Demokrat di Djakarta Theater.

"Jadi nanti kami akan memanggil tokoh dan kader Demokrat, tanggal 17 September di Djakarta Theater akan ada pidato politik Pak SBY, sehingga dengan komando itu tidak ada lagi narasi berbeda," kata Ketua DPP Bidang Advokasi Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean, saat dihubungi via sambungan telepon, Rabu (12/9).

Ferdinand mengatakan, pidato politik SBY itu nantinya supaya tidak akan ada lagi perbedaan arah di masing-masing DPD Partai Demokrat terkait dukungan di Pilpres. "Jadi akan dikumpulkan oleh ketum diarahkan dan oleh sekjen akan diberikan perintah a,b,c,d semua akan turut di garis komando itu. Hanya pengaturan narasi kampanyenya di sini seperti ini di sana seperti apa, jadi itu pengaturannya bukan satu kampanyekan Jokowi, dan satu Prabowo. Itu publik salah menanggap," kata dia.

Ferdinand menyatakan, perbedaan dukungan sejumlah ketua DPD saat ini adalah sebuah dispensasi diberikan partai yang diketahui oleh SBY langsung. Menurut dia, Partai Demokrat di beberapa wilayah dengan animo tinggi masyarakat terhadap Jokowi tidak bisa digiring paksa ke arah Prabowo. Hal itu diprediksi dapat berakibat menghilangkan suara dukungan ke para calon anggota legislatif.

"Kami tidak ingin datang dan bernarasi yang bertentangan dengan mood publik, contohnya di Papua kalau kami datang mengampanyekan supaya Capres Prabowo, sementara mood publik sangat tinggi terhadap Jokowi, akhirnya partai kami yang menjadi korban kehilangan suara. Maka di daerah tertentu kami berikan dispensasi untuk tidak bermain di narasi kampanye Pilpres, tapi di narasi Partai Demokrat dan Calegnya sendiri," kata Ferdinand.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi