Deddy Mizwar kini bisa bernapas lega. Setelah ditinggal PAN dan PKS bersama wakilnya Ahmad Syaikhu, kini Deddy tengah bermesraan dengan Dedi Mulyadi menghadapi Pilgub Jawa Barat 2018.
Tapi, posisi Deddy Mizwar belum aman. Sebab, Dedi Mulyadi juga masuk ke dalam radar PDIP yang hingga kini belum memutuskan untuk mendukung siapa di Pilgub Jabar. Belakangan santer kabar PDIP akan mengusung Dedi Mulyadi dengan Anton Charliyan.
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin meyakini, Deddy Mizwar tak akan lagi ditelikung untuk kedua kalinya. Meskipun ada kabar PDIP, partai terbesar di Jawa Barat tengah membidik Dedi Mulyadi.
"Insya Allah tidak," kata Amir saat dihubungi merdeka.com, Jumat (29/12).
Sebelumnya koalisi zaman now antara PKS, PAN dan Demokrat yang mengusung Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu bubar di tengah jalan. Sebab, PKS dan PAN bersama Syaikhu memilih poros Sudrajat, calon gubernur yang diusung oleh Gerindra.
Amir memegang teguh komitmen Dedi Mulyadi. Namun Amir menolak mengomentari peluang PDIP akan mengusung Dedi Mulyadi nantinya.
"Saya kan tidak mungkin komentari policy suatu partai lain, sekarang sudah berkomitmen dengan Dedi Mulyadi," kata Amir.
Seperti diketahui, PDIP tengah mempertimbangkan sejumlah nama yang pernah ikut curah gagasan. Dari internal ada nama Puti Guntur Soekarno dan Bupati Majalengka Soetrisno. Sementara di ekternal ada nama Dedi Mulyadi dan mantan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Chaliyan.
Di Pilgub Jabar, hanya PDIP yang belum menentukan calon. Sisanya seperti PKB, PPP, NasDem dan Hanura mendukung Ridwan Kamil.