Dunia perpolitikan tanah air pasca tumbangnya Orde Lama tak bisa dipisahkan dari Partai Golkar. Partai yang identik dengan warna kuning ini menjadi partai nomor satu paling berkuasa selama Soeharto menjadi Presiden RI.Di balik perkasanya Partai Golkar di zaman Orde Baru ada peran besar dari Presiden RI ke-2 itu. Selama puluhan tahun, Soeharto yang juga salah satu pendiri mengendalikan partai beringin dengan menduduki posisi Ketua Dewan Pembina.Alhasil, selama era Orde Baru, Golkar selalu berhasil memenangkan pemilu. Sejak pemilu pertama yang diikuti Golkar tahun 1971 dan pemilu-pemilu selanjutnya, tahun 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, Golkar selalu 'rangking satu'.Hal itu bisa terjadi karena pemerintahan Soeharto membuat sejumlah kebijakan yang menguntungkan Golkar. Salah satunya yang cukup terkenal adalah peraturan monoloyalitas PNS.Masa kejayaan itu berakhir setelah Soeharto lengser dari kursi presiden pada 1998. Meski demikian, nama Soeharto masih tetap menjadi legenda di partai beringin.
Advertisement
Hal ini terbukti meski Soeharto sudah tiada, keluarga Cendana tetap mendapat tempat di Golkar. Tak cuma itu, sosok Soeharto juga masih sangat dihormati para elite dan kader Golkar hingga sekarang.Hal ini terbukti jelang pelaksanaan Munaslub Golkar yang akan digelar pada 23 Mei hingga 25 Mei mendatang. Sejumlah elite beringin yang berniat mencalonkan diri telah berziarah ke makam Soeharto Astana Giri Bangun, Karanganyar, Jawa Tengah.Sebut saja Idrus Marham dan Airlangga Hartarto. Keduanya sudah berziarah ke makam Pak Harto untuk meminta restu atas niat mencalonkan diri menjadi ketua umum Golkar.Tak cuma berziarah ke makam Pak Harto, calon ketum Golkar juga mendekati keluarga Cendana. Salah satunya adalah Ade Komarudin. Ketua DPR ini telah menemui Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto di Rumah Putra Presiden RI ke-2 Soeharto itu, Jalan Cendana, Jakarta pada Kamis (28/4) malam kemarin.Akom mengaku meminta restu untuk maju Caketum Golkar dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar pada Mei mendatang.
Advertisement
"Mas Tommy itu rekan saya, teman saya lama, punya komunikasi baik, beliau punya gagasan-gagasan luar biasa tentang bangsa ini, tidak hanya partai golkar," kata Akom di Jenggala Center, Jakarta, Jumat (29/4). Dalam pertemuan itu, Akom menyampaikan gagasan dan pemikiran pertanian dan UMKM jika terpilih Ketua Umum Golkar mendatang. Menurutnya, Tommy tertarik dengan gagasannya tersebut."Tampaknya mas Tommy sangat menarik, untuk sama-sama melembagakan pemikiran yang cemerlang, yang selama ini saya sampaikan sangat bagus dan menguap begitu saja," kata dia. Sebelum Munaslub Golkar digelar, kata dia, harus menemui sesepuh atau senior yang berada di Golkar, termasuk Tommy Soeharto yang merupakan keluarga pendiri partai berlambang pohon beringin itu. Dia berharap keluarga cendana juga mendukung penuh dirinya terpilih Ketua Umum Golkar."Saya bersyukur kalau memang demikian karena golkar, tidak bisa lepas dari keluarga Pak Harto, saat golkar belum jadi parpol pada waktu itu, tangan beliau terhadap partai ini secara historis sangat mencengkeram banyak orang tua pemilih golkar. Saat ini yang ingatnya Harto dan golkar. Kalau PDIP punya Bung Karno, golkar punya Pak Harto," tandasnya.