Kalau Ical jadi wantim partai, wewenangnya bakal diperbesar

Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Ical, Ahmadi Noor Supit: Wacana itu memang ada. Tapi kalau Munas memang digelar.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Kalau Ical jadi wantim partai, wewenangnya bakal diperbesar
Kubu Ical tanggapi putusan MA. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Mahkamah Partai Golkar (MPG) telah mengeluarkan putusan untuk menggelar musyawarah nasional (Munas) paling lambat Maret 2016. Langkah ini sebagai jalan keluar menyelesaikan konflik dalam tubuh partai berlambang pohon beringin ini. Namun, Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie atau akrab disapa Ical menolak Munas tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Ical, Ahmadi Noor Supit menyatakan apabila desakan Munas memang tak terbendung dan harus dijalankan, dia menyebut ada wacana menetapkan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai.

"Wacana itu memang ada. Tapi kalau Munas memang digelar," kata Sopit saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (23/1).

Jika Ical ditetapkan sebagai Wantim, maka wewenangnya akan diperluas. Selama ini, tugas seorang Wantim hanya memberikan pertimbangan. Namun, pertimbangan tersebut bisa diterima ataupun ditolak Ketua Umum. "Ya kan kalau orang mau jadi Wantim pasti mau wewenangnya diperluas," katanya.

Mantan Ketua Banggar DPR ini membantah apabila dalam Rapimnas Partai Golkar yang digelar pada 23-24 Januari di JCC, Senayan, Jakarta juga akan membahas posisi Ical yang akan berubah menjadi Wantim Partai. "Rapimnas tidak bisa menentukan. Yang bisa menentukan itu hanya Munas," ujarnya.

Dihubungi terpisah, politisi Golkar lainnya, Yorrys Raweyai membantah wacana pergeseran posisi Ica;. Dia menyatakan hal tersebut hanyalah sebuah isu belaka. "Tidak benar, itu cuma isu kenapa harus ditanggapi," katanya.

Senada dengan Sopit, dia menyatakan, apabila ada wacana perubahan posisi Ical, hanya Munas yang dapat menentukannya. "Ini kan Rapimnas. Bukan Munas. Hanya Munas yang punya agenda seperti itu," ucapnya.

Rekomendasi