Anggota legislatif hasil Pemilu 2014 kini dilantik menjadi anggota DPR periode 2014-2019. Mereka pun bersidang untuk pertama kali guna memilih pimpinan DPR.Sidang ini dipimpin oleh anggota legislatif tertua dari Partai Golkar Popong Otje Djundjunan (Ceu Popong). Gaya memimpin sidang Ceu Popong yang terkesan tanpa kompromi menyebabkan banyak hujan interupsi.Di mana peta pemilihan pimpinan DPR yaitu, tiga fraksi dari PDI Perjuangan, NasDem dan Hanura minta pemilihan pimpinan DPR ditunda sampai besok. Sementara enam fraksi yakni Golkar, Gerindra, PAN, Demokrat, PKS dan PPP ingin pemilihan dilakukan malam ini. Untuk PKB, memilih sikap abstain.Alhasil, sidang pemilihan pimpinan DPR berkali-kali diskors. Tak hanya itu Ceu Popong pun sempat digeruduk peserta sidang akibat tak diakomodir pendapatnya.Berikut detik-detik berjalannya sidang pemilihan pimpinan DPR yang dihimpun merdeka.com:
Advertisement
6 Partai minta usulan paket pimpinan parlemen ditunda
Rapat Konsultasi Pimpinan Sementara, dipimpin oleh Popong Otje Djundjunan, membahas usulan paket pimpinan parlemen akan dilaksanakan hari ini atau ditunda Kamis (2/10) besok. Rapat ini dihadiri perwakilan partai yang terdiri dari dua hingga lima orang anggota.Sekjen PPP, Syaifullah Tamliha mengatakan, enam partai telah meminta penundaan pengajuan paket pimpinan parlemen."Kita kan minta ditunda. (Yang minta ditunda) PPP, Golkar, PDIP, NasDem, Hanura dan PKB," kata Tamliha di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10).
Advertisement
Sidang pemilihan pimpinan DPR diputuskan lanjut
Sidang pemilihan pimpinan DPR akhirnya diputuskan untuk dilanjutkan. Meski malam hari, anggota DPR tampak ramai berdatangan.Rapat itu digelar di ruang paripurna gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/10). Pantauan merdeka.com, pukul 22.30 WIB, secara bergelombang puluhan anggota DPR mulai bergerak ke ruang rapat yang terletak di lantai III Gedung Nusantara DPR.
Advertisement
Sidang pemilihan pimpinan DPR diskors
Proses pemilihan paket pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali diskors. Anggota DPR dari PDIP dan PKB tidak semuanya hadir dalam rapat paripurna.Rapat pemilihan baru dimulai pukul 22.30 WIB, baru berjalan 15 menit rapat diskors. Pimpinan DPR sementara Popong Otje Djundjunan sebelumnya meminta persetujuan dari peserta sidang."Supaya semua merasa dihargai saya sampaikan salah satu opsi tadi. Tadi sudah dibuka kemudian saya tanya lanjut apa diskors? Kalau lanjut yang dua teman kita juga. Bagaimana ambil jalan keluarnya?" tanya Ceu Popong, Rabu (1/10) malam.Setelah menanyakan suara peserta sidang, Ceu Popong mengetuk palu dan memutuskan rapat diskors 30 menit. Dalam rapat hanya terlihat satu orang dari PDIP dan dua dari PKB.
Advertisement
Anggota DPR geruduk mimbar pimpinan sidang sementara
Rapat paripurna pemilihan paket pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) semakin malam semakin memanas. Beberapa anggota DPR interupsi, sampai maju mendekati pimpinan sidang Popong Otje Djundjunan.Setelah diskors 30 menit sidang kembali dimulai. Kemudian Ceu Popong mengatakan sesuai tata tertib rapat selesai pukul 23.30 WIB. Lalu dia bertanya dilanjutkan atau tidak?Anggota DPR dari PDIP lalu mengatakan waktu masih pukul 23.15 WIB. Kemudian belasan orang tiba-tiba maju ke depan sambil mengacungkan kertas dan mengacungkan tangan. Popong berusaha tenang menanggapi ini."Duduk dulu. Saya mau minta pandangan fraksi, kita bicarakan baik-baik. Mau lobi sambil duduk dibicarakan," pintanya.
Advertisement
Demokrat & Koalisi Prabowo kompak usung Setya jadi ketua DPR
Fraksi Partai Demokrat mengajukan Setya Novanto sebagai ketua DPR. Demokrat juga mengajukan kadernya Agus Hermanto sebagai wakil ketua DPR."Kami dari fraksi Partai Demokrat dengan ini mengusulkan paket nama calon pimpinan DPR. Ketua Setya Novanto dari fraksi Partai Golkar, Wakil Ketua Fadli Zon dari fraksi Partai gerindra, Wakil ketua Agus Hermanto dari fraksi Partai Demokrat, Wakil Ketua Taufik Kurniawan dari fraksi PAN, dan Wakil Ketua Fahri Hamzah dari PKS," kata anggota fraksi Partai Demokrat Dede Yusuf di gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis (2/10).Keputusan pengajuan paket calon pimpinan DPR tersebut pun diikuti oleh fraksi partai Koalisi Merah Putih. Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai PAN, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PKS, dan Fraksi PPP pun mengajukan paket nama yang sama.
Advertisement
Koalisi Jokowi kompak walk out dari pemilihan ketua DPR
Kubu Indonesia Hebat, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa memilih walk out. Mereka merasa aspirasinya tak ditampung dalam sidang."Karena ada kediktatoran, dengan ini PKB menyatakan sikap untuk walk out," kata fraksi PKB.Tindakan PKB diikuti oleh Fraksi Hanura yang menyatakan walk out. "Kami tak bertanggung jawab atas proses pemilihan ini." demikian suara Hanura sambil meninggalkan ruang sidang.Dari PDIP, "Sikap politik, izinkan dari PDIP untuk tidak ikut dalam proses pengambilan keputusan," ujar Tjahjo Kumolo, Sekjen PDI Perjuangan di ruang sidang, Kamis (2/10).Dari NasDem, Ketua Fraksi Victor Laiskodat menilai tata cara pemilihan seperti itu sangat tidak adil. "Bagaimana pilih manusia seperti barang. Ini keliru," tuturnya.
Advertisement
Setya Novanto resmi jadi ketua DPR periode 2014-2019
Koalisi merah putih kompak satu suara. Fraksi Gerindra, PAN, PPP, PKS, Demokrat dan Golkar semua mendukung Setya sebagai ketua DPR. Sementara koalisi Indonesia Hebat, PDIP, Hanura, PKB dan Nasdem memilih walk out."Karena satu paket diajukan 6 fraksi. Maka saya akan menyatakan bahwa paket ini ya. Ketua dari FPG yaitu Setya Novanto. Tok!," kata Ceu Popong yang memimpin sidang.Sementara wakil Ketua DPR, Fadli Zon (Gerindra), Agus Hermanto (Demokrat), Taufik Kurniawan (PAN)."Alhamdulillah, tok, tok," kata Ceu Popong.