Seorang mahasiswa dilaporkan meninggal dunia usai melompat dari lantai 22 gedung Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan di Jalan Ayahanda, Kota Medan, Rabu (7/10) malam.
Kepala Humas UNPRI, Devi Marlin membenarkan insiden tersebut. Namun, korban itu bukan merupakan mahasiswa UNPRI, melainkan Universitas Satya Terra Bhineka, Jalan Sunggal, Kota Medan.
"Memang benar ada yang jatuh di kampus UNPRI dari lantai 22. Namun, korban tersebut bukan mahasiswa kami di UNPRI," kata Devi, Kamis (8/10).
Devi menjelaskan korban jatuh dan tergeletak di area lantai 10 gedung kampus. Saat ditemukan pertama kali pihak kampus, korban diketahui masih bernapas dan memiliki denyut nadi.
"Kami mempunyai inisiatif menghubungi rumah sakit terdekat. Pihak Rumah Sakit Umum Royal Prima kemudian membawa korban ke rumah sakit serta memberikan pertolongan pernapasan. Namun, korban tidak merespons dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit," ujar dia.
Berdasarkan informasi diperoleh dari pihak keluarga, korban diduga mengalami depresi berat. Selain itu, rumah korban berjarak cukup dekat dari lokasi kejadian.
"Informasi dari pihak keluarga, korban pernah datang ke UNPRI saat gereja mengadakan acara di aula kampus tersebut," pungkas Devi.