Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendi Yusuf mengatakan masa tenang Pemilu Presiden 2014 sebaiknya digunakan untuk tafakur dan merenung dengan jernih dan mendalam untuk menentukan hak dan kebebasan politik secara otonom."Mari gunakan masa tenang untuk mengambil jarak dengan hiruk pikuk kampanye yang terkadang membawa perilaku negatif, termasuk tumbuhnya intoleransi atas perbedaan pilihan politik," kata Slamet Effendi Yusuf melalui pesan tertulis diterima di Jakarta, Senin (7/7).Slamet mengatakan dengan cara tersebut masyarakat diharapkan dapat kembali pada posisi jati diri seorang warga negara yang memiliki hak dan kebebasan politik yang dapat digunakan secara otonom dengan perenungan yang jernih.Slamet juga mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan hak dan kebebasan politik itu secara dewasa dan bertanggung jawab dengan menghindari tindakan yang dapat menodai demokrasi."Hindari tindakan yang dapat menodai demokrasi yang dengan susah payah telah kita tumbuh kembangkan dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan kita," tuturnya.Menurut Slamet, Pemilu Presiden 2014 merupakan saat yang tepat bagi rakyat Indonesia menggunakan hak politiknya untuk menentukan presiden dan wakil presiden sesuai hati nuraninya."Gunakan hak politik sesuai hati nurani, sehingga dapat menghasilkan pemimpin nasional yang mampu memegang amanah dan membawa bangsa Indonesia mencapai cita-cita kemerdekaan," tuturnya.Masa kampanye Pemilu Presiden 2014 berlangsung selama satu bulan sejak 5 Juni hingga 5 Juli. Pemilu Presiden 2014 akan dilaksanakan pada 9 Juli dan diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yaitu Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dengan nomor urut satu dan Joko Widodo - Jusuf Kalla dengan nomor urut dua.
PBNU ajak pendukung capres tafakur dan merenung di masa tenang
"Mari gunakan masa tenang untuk mengambil jarak dengan hiruk pikuk kampanye yang terkadang membawa perilaku negatif."
Rekomendasi