Marzuki Ali: Kubu Jokowi marah-marah saat survei Prabowo naik

Marzuki juga meminta kedua kubu siap menang dan siap kalah. Jangan memprovokasi.

Laurel Benny Saron Silalahi
Marzuki Ali: Kubu Jokowi marah-marah saat survei Prabowo naik
Marzuki Alie ikut bursa kandidat peserta konvensi Capres Demokrat. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Wakil ketua majelis tinggi Partai Demokrat , Marzuki Alie , mengimbau kedua kubu pasangan Capres dan Cawapres untuk tidak melakukan tindakan provokasi menjelang pemilihan Presiden pada 9 Juli 2014 mendatang. Marzuki menuturkan, siapa pun yang kalah pada pilpres nanti harus bisa menerima kekalahan demi menjaga stabilitas keamanan di negeri ini."Siapa pun yang menang itu presiden kita semua, itulah demokrasi. Kalau kalah kita yah tampil mengaku kalah. Jangan memprovokasi kalau kalah karena dicurangi. Ini harus dipahami masyarakat," kata Marzuki saat menjadi pembicara dalam acara, Silaturahmi Ormas Nasional Surya Madani Indonesia, di Cawang Jakarta Timur, Jumat (4/7) malam.Marzuki melanjutkan, sebelumnya ada pernyataan dari Cawapres Jusuf Kalla yang mengatakan, jika pilpres mendatang akan terjadi kecurangan untuk memenangkan Pilpres. Menurut ketua DPR tersebut sebagai Negarawan, dan juga Mantan Wakil Presiden JK seharusnya tidak pantas berbicara seperti itu."Saya berharap kepada pihak sana jangan memprovokasi. Pak Jusuf Kalla sudah memprovokasi kalau pihak sana nanti kalah bilang ada kecurangan. Ini berbahaya beliau sebagai negarawan, manta wapres tapi sikapnya seperti itu," jelasnya.Selain itu menurut Marzuki Alie , kubu Jokowi juga sempat panik ketika mengetahui elektabilitas Prabowo - Hatta mulai menyaingi Jokowi - JK ."Begitu Prabowo naik di sana marah-marah, survei nggak bener katanya, dari beda 50 persen masa bisa mengejar," tandasnya.

Rekomendasi