Agung Laksono: Golkar merapat ke partai pemenang

"Yang penting Golkar kan karakteristik di pemerintahan. Kita ingin mendorong, mendukung yang menang dong," kata Agung.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Agung Laksono: Golkar merapat ke partai pemenang
Agung Laksono. ©2014 Merdeka.com/Imam Buhori

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengaku belum tahu jika partainya bakal merapat ke PDIP dan mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres. Dia hanya menyatakan bahwa Golkar akan merapat ke partai yang paling berpotensi menang di pilpres 9 Juli nanti.Berikut petikan wawancara wartawan dengan Agung Laksono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/5):T: Golkar sama PDIP dan NasDem? J: Saya belum denger.T: Kalau lihat dari realistisnya, Golkar sebagai partai nomor 2 lebih memilih tetap cawapres dengan poros ketiga?J:Yang penting Golkar kan karakteristik di pemerintahan, kita ingin mendorong ini mendukung yang menang dong. Nah apalagi kan belum bisa dipastikan yang menang yang merah, biru, ijo.T: Tapi rela kalau ke Gerindra enggak dapat RI2 (wakil presiden)?J: Eh, saya katakan itu tidak tertutup kemungkinan. Meskipun tentu lebih besar kalau cawapres dari kader sendiri.T: Ada usulan Sri Sultan dari Demokrat juga jagoan poros ketiga?J: Saya dengar sedang nunggu survei terhadap yang bersangkutan.T: Tapi sudah ada permintaan SBY? J: Saya tidak pernah mendengar karena SBY tidak pernah tunjuk seseorang. Saya kira sangat tepat dan tidak proper kalau beliau dirasakan untuk langsung memberikan nama.T: Artinya muncul nama Sri Sultan? J: Dari pembicaraan.T: Di internal Golkar?J: IyaT: Sosok Sri Sultan bisa memecah kebuntuan?J: Tergantung dari polling-nya. Kalau muncul tokoh luar biasa, mungkin saja terbentuk poros ketiga apalagi masih ada sejumlah partai yang belum ada koalisinya, termasuk Golkar, Demokrat. Tapi masalahnya hingga hari ini belum ada, lalu waktu juga sudah mepet. Ya udahlah kita realistis pada yang ada aja.T: Di trikarya, JK cawapres, Jokowi bisa solid enggak?J: Memang jangan dilihat 100 persen, hanya ada besar kecil. A mungkin 90 persen, B bisa 30 persen.T: Blessing dong Golkar kalau misalnya bersatu dengan PDIP?J: Ya kalau memang itu yang terbaik. Karena itu kami enggak mau cepat sebelum rapimnas. Kalau memang argumentasi kuat, salah satu pasangan di antaranya kader Partai Golkar maka akan lebih besar.T: JK kalau sendiri lemah, kalau bawa Golkar, posisi tawar?J: Ya itulah, nantilah, lama-lama kalian pinter juga.T: Golkar tunggu rapimnas?J: Ya karena sulit untuk membuat poros baru. Hatta-Prabowo, lalu Jokowi belum jelas, kemungkinan JK. Nanti setelah JK kita lihat. Rasanya-rasanya memang Golkar lebih menyukai yang ada unsur partai.

Rekomendasi