Wiranto: Kalau pemimpin tidak jelas,nasib rakyat ikut tak jelas!

Menurut Wiranto, pemimpin harus senang ketika melihat rakyatnya bisa tertawa bahagia.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Wiranto: Kalau pemimpin tidak jelas,nasib rakyat ikut tak jelas!
wiranto di lamongan. ©2014 Merdeka.com

Calon presiden Partai Hanura Wiranto mengatakan bangsa ini belum merdeka secara keseluruhan, melainkan hanya secara fisik saja. Sebab, negeri ini masih banyak bergantung kepada bangsa lain.

 

"Pendahulu kita menitipkan negara untuk dibangun dengan makmur aman, adil dan sejahtera. Setelah 69 tahun, ternyata belum terwujud," ujar Wiranto dalam rilis disampaikan media center Partai Hanura kepada merdeka.com, Sabtu (28/3). Wiranto menegaskan, bangsa ini belum dapat melaksanakan apa yang diamanatkan oleh para pendahulu yang telah berjuang dan berkorban merebut kemerdekaan. "Belum dapat wujudkan apa yang dimimpikan rakyat," kata bekas Panglima ABRI ini.

 

Sebab, kata Wiranto, banyak yang lupa sama rakyat ketika sudah diberikan amanah. Karenanya, Wiranto mengatakan pada pemilu 9 April 2014 dan 9 Juli 2014 nanti untuk tidak salah memilih memimpin.

 

"Kalau keliru memilih, maka lima tahun lagi nasib kita tidak jelas dapat pemimpin yang tidak berakhlakul karimah. Kalau pemimpin tak jelas, nasib rakyat juga ikut tidak jelas," katanya.

 

Menurut Wiranto, yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang berakhlakul karimah, tidak salahgunakan kewenangan, tidak mencari kekayaan, hadiah, uang, kebanggaan pribadi.

 

"Tapi pemimpin yang hanya ingin rakyatnya tertawa bahagia. Pak Wiranto sodorkan calon yang berakhlakul karimah karena di dadanya bersemayam hati nurani," ujar Wiranto.

 

Menurutnya, kalau pemimpin berhati buruk maka akan berbuat korupsi. "Kalau pemimpin yang pakai hati nurani, akan selalu mengingat siapa yang memilih dan mengangkatnya jadi pemimpin," katanya. 

 

Ia juga menyatakan pemimpin harus benar-benar merasakan betapa susahnya rakyat kecil. "Sakit dan susahnya rakyat harus dirasakan oleh para pemimpin yang berakhlakul karimah," katanya.

 

Dia pun menegaskan, pemimpin harus bersih. Bahkan, kata Wiranto, tidak hanya pemimpin tapi juga anak, istri dan keluarganya harus bersih.

 

Wiranto mengatakan 17 anggota DPR, serta lebih 1.000 Anggota DPRD Hanura tidak ada yang terlibat korupsi. "Berarti kita sudah buktikan bahwa hati nurani bisa mencegah tindakan melanggar hukum dan penyalahgunaan kewenangan," katanya.

 

Karenanya, ia menjamin ke depan Hanura siap mengabdi dan tidak menyalahgunakan kewenangan. Dia berharap semoga masyarakat Lamongan, tergerak hati nuraninya untuk mendukung Hanura menjadi pemenang pemilu 2014. "Kalau Hanura menang, tidak hanya partainya yang bersih. Tapi kita bersihkan Indonesia secara keseluruhan," tandasnya. 

Rekomendasi