Disindir Fahri Hamzah, PDIP harus berikan penjelasan

Fahri berkicau hingga tujuh kali mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah saat dipimpin Megawati.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Disindir Fahri Hamzah, PDIP harus berikan penjelasan
Fahri Hamzah. ©2013 Merdeka.com/Vany Nestia Jayani

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Fahri Hamzah menyindir Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan lewat akun Twitter-nya. Fahri berkicau hingga tujuh kali mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah saat dipimpin Megawati.Kicauan yang ditulis Fahri dimulai dari penjualan satelit ke Singapura melalui Indosat, sampai menggunakan umpan "si kotak-kotak atau Jokowi" untuk mengatrol suara dalam Pemilu 2014 ini.Pengamat sosial politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Arie Sujito menyarankan PDI Perjuangan menjawab, dan memberikan penjelasan kicauan Fahri soal hastag-nya #melawan lupa. Dengan demikian, publik akan menilai dan mengetahui trackrecord partai dan capres sebelum Pemilu 2014."Saya kira untuk menanggapi itu PDIP perlu mengeluarkan penjelasan. Enggak apa-apa, dijawab saja oleh PDIP," ujar Arie saat berbincang dengan merdeka.com, Jakarta, Senin (23/3).Lebih jauh, Arie menegaskan, makin mendekati pelaksanaan Pemilu 9 April 2014, masing-masing partai politik mulai saling serang dan mengingatkan. Tak terkecuali, PKS yang mengingatkan masa pemerintahan Megawati semasa berkuasa."Adalah hal yang biasa saja, termasuk serangan PKS itu sifatnya mengingatkan saja.
Sekarang memang harus saling debat track rekord masing-masing capres dan partai, baik itu kepada Prabowo, Mahfud, Anis Matta, Ical, Jokowi harus diangkat semua. Yang penting bukan sekadar fitnah. Sehingga publik tahu trackrecord yang sebenarnya," tandasnya.Adapun ketujuh tweet yang dituliskan Fahri Hamzah antara lain:1. Dulu kau jual satelit negara kami ke Singapura melalui jualan Indosat dengan murah. #MelawanLupa2. Dulu kau jual aset-aset kami yang dikelola BPPN dengan murah (hanya 30 persen nilainya) ke asing. #MelawanLupa3. Dulu kau jual kapal tanker VLCC milik Pertamina lalu Pertamina kau paksa sewa kapal VLCC dengan mahal. #MelawanLupa4. Dulu kau jual gas tangguh dengan murah (banting harga) ke China (hanya $3 per mmbtu). #MelawanLupa5. Sekarang, kau ngomong lagi soal nasionalisme, setelah kader-kader kau banyak yang korup. #MelawanLupa6. Dan sekarang, untuk mengkatrol suaramu yang terpuruk, kini kau umpankan si "Kotak2". #MelawanLupa7. Semoga saja, rakyat kini tak lagi terbuai oleh janji-janji manis-mu... #MelawanLupaSaat dikonfirmasi soal kicauannya tersebut, Fahri mengaku hanya menuliskan kembali ucapan seorang temannya. "Itukan status seorang ekonom teman saya, Sunarsip. Kan saya tulis," jelas Fahri melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Minggu (23/3).Fahri mengungkapkan, dia meneruskan twit tersebut karena memang benar adanya begitu. Harapannya dengan adanya twit tersebut, akan ada klarifikasi yang diberikan oleh PDI-Perjuangan."Saya hanya mengutip tulisan teman dan memang data benar semua. Jangan lupa bahwa Sabam Sirait tokoh PDI-Perjuangan juga ingatkan PDI-Perjuangan peristiwa saat mereka berkuasa," tegasnya.

Rekomendasi