Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Malang, Jawa Timur, Ashari Husein mengaku bingung mencari dana talangan untuk operasional. Sebab hingga kini anggaran hibah termin kedua sebesar Rp 500 juta dari pemerintah kota setempat belum cair."Dana termin kedua yang seharusnya sudah dicairkan bulan lalu, sampai sekarang masih belum turun, sehingga kami harus menggunakan dana pribadi dengan cara patungan untuk biaya operasional hingga di tingkat kecamatan," katanya di Malang, Jumat (17/5).Dikutip dari Antara, Ashari menjelaskan, dana pribadi anggota panwaslu yang sudah terpakai untuk membiayai kebutuhan operasional sebesar Rp 60 juta dan selanjutnya tidak tahu akan mencari dana talangan kepada siapa lagi.Oleh karena itu, jika dana operasional termin kedua tersebut tidak segera dicairkan, seluruh anggota panwaslu mulai dari tingkat kota hingga kecamatan akan mogok, meski saat ini masih dalam tahapan kampanye dan pencoblosan hanya tinggal beberapa hari lagi.Ia mengaku tidak habis pikir, kenapa Pemkot Malang sampai saat ini masih belum mencairkan dana termin kedua tersebut, padahal sangat dibutuhkan untuk operasional yang saat ini justru sedang tinggi-tingginya kegiatan pengawasan.Sementara itu, Divisi Pengawasan dan Pengantar Lembaga Panwaslu Kota Malang Fibrilia Kristanti menambahkan panwaslu bekerja secara profesional, namun anggaran operasional sudah habis sejak beberapa waktu lalu, bahkan pihaknya harus patungan agar operasional tetap berjalan.Hanya saja, upaya panwaslu yang telah memberikan dana talangan dari uang pribadi itu tidak membuat Pemkot Malang mengerti. "Oleh karena itu, kami akan menghentikan semua aktivitas pengawasan, karena kami sudah tidak mampu lagi membayar gaji para petugas di tingkat kecamatan," tandasnya.Anggaran keseluruhan yang dikucurkan untuk Panwaslu sebesar Rp1 miliar. Untuk termin pertama sebesar Rp500 juta sudah dicairkan dan habis beberapa pekan lalu, sedangkan termin kedua sebesar Rp500 juta sampai saat ini masih belum dicairkan, sehingga panwaslu menggunakan dana pribadi untuk biaya operasionalnya.Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Malang digelar 23 Mei mendatang dan diikuti oleh enam pasangan calon, baik yang mendaftar melalui jalur perseorangan maupun yang diusung partai politik.Pasangan yang maju lewat jalur perseorangan adalah Dwi Cahyono-Muhammad Nur Uddin (Dwi-Uddin) dan Achmad Mujais-Yunar Mulya (Raja).Pasangan yang diusung oleh parpol adalah Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo (SR-MK) dari PDIP, Heri Puji Utami-Sofyan Edi Jarwoko (Dadi) dari PAN dan Partai Golkar, Agus Dono-Arif HS (Doa) diusung Partai Demokrat dan PKS serta Moch Anton-Sutiaji (Aji) yang diusung oleh PKB dan Partai Gerindra.
Uang habis, jelang Pilkada Panwas Kota Malang ancam mogok kerja
Hingga kini anggaran hibah termin kedua sebesar Rp 500 juta dari Pemkot belum cair, kata Ashari.
Advertisement
Rekomendasi