Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Iman Sukri, baru saja meraih gelar doktor. Pencapaian ini diperolehnya dari program studi Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia pada Sabtu, 4 Oktober.
Gelar tersebut didapatkan setelah Iman Sukri berhasil mempertahankan disertasinya yang mendalam. Disertasi tersebut berfokus pada "Rekonfigurasi Desain Governance Pemerintahan Desa dalam Pengembangan Ekonomi Lokal".
Penelitiannya secara spesifik mengkaji tata kelola di tiga desa berbeda di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memahami efektivitas implementasi Undang-Undang Desa serta praktik governance yang relevan.
Advertisement
Advertisement
Ahmad Iman Sukri mengungkapkan bahwa disertasinya ini lahir dari kegelisahan akademisnya. Kegelisahan tersebut terkait dengan isu governance dan pemerintahan desa di Indonesia yang kompleks.
Dia menjelaskan bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah membuka peluang besar. Regulasi ini memungkinkan desa untuk mencapai kemandirian, berinovasi, dan mengembangkan ekonomi lokal.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya dua sisi yang kontras dalam implementasi UU tersebut. Ada desa yang berhasil menjadi teladan dalam tata kelola desa, sementara yang lain masih menghadapi berbagai tantangan.
Advertisement
"Ada desa yang berhasil menjadi teladan tata kelola, tetapi ada pula desa yang tertinggal, bahkan terjebak dalam persoalan hukum dan birokrasi yang tertutup," ujar Iman Sukri. Kondisi ini mendorongnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
Advertisement
Untuk menggali lebih dalam, Iman Sukri meneliti tiga desa sebagai studi kasus. Desa-desa tersebut adalah Desa Panggungharjo di Kabupaten Bantul, Yogyakarta; Desa Kutuh di Kabupaten Badung, Bali; serta Desa Waturaka di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Pemilihan ketiga desa ini didasarkan pada kombinasi menarik yang mereka tunjukkan. Ketiga desa tersebut memperlihatkan inovasi dalam tata kelola desa, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kelembagaan.
Selain itu, peran nilai budaya lokal juga sangat menonjol dalam praktik pemerintahan mereka. Hal ini menjadi faktor penting dalam membentuk model governance yang unik dan efektif.
Advertisement
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tata kelola desa tidak hanya berjalan secara prosedural. Namun, juga berdialog erat dengan budaya lokal, kepemimpinan adat, dan partisipasi aktif masyarakat.
Advertisement
Iman Sukri berharap bahwa konsep yang dihasilkan dari disertasinya dapat memberikan kontribusi signifikan. Kontribusi ini diharapkan dapat memperkaya teori governance sekaligus memberikan model pembangunan desa yang lebih relevan.
Model ini juga diharapkan dapat menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan bagi desa-desa di Indonesia. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam memahami dinamika pembangunan di tingkat lokal.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, turut memberikan pujian atas disertasi Iman Sukri. Ia menilai karya ini membawa gagasan baru yang penting untuk pembangunan desa.
Advertisement
"Kajian soal desa dan seluk-beluknya, serta berbagai aspeknya tidak akan kering karena pembangunan ujungnya ada di desa. Oleh karena itu, kajian Iman Sukri ini benar-benar membawa gagasan baru yang cukup penting buat pembangunan desa lebih sukses lagi,” kata Muhaimin.
Sumber: AntaraNews