NasDem Lobi Fraksi Lain, Gerindra Masih Kaji Urgensi Pansus Jiwasraya

Kamis, 16 Januari 2020 18:42 Reporter : Ahda Bayhaqi
NasDem Lobi Fraksi Lain, Gerindra Masih Kaji Urgensi Pansus Jiwasraya Ilustrasi jiwasraya. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Anggota Fraksi NasDem DPR, Taufik Basari menyatakan sikap partainya yang berkukuh untuk mendorong panitia khusus (Pansus) kasus Jiwasraya. Taufik mengatakan, komunikasi dengan fraksi lain di DPR masih berjalan. Kendati pimpinan DPR menyatakan tidak perlu Pansus.

"Saat ini komunikasi antar fraksi masih berjalan dan kita NasDem merasa masih ada kebutuhan membuat pansus Jiwasraya," ujar Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/1).

Alasan NasDem ngotot untuk mendorong Pansus, isu ini merupakan lintas sektor. Tidak hanya terkait BUMN, tetapi penegakan hukum sampai keuangan. Sehingga, Taufik menilai tidak cukup hanya panitia kerja di Komisi VI. Dia juga berharap dengan adanya Pansus dapat mencegah terjadinya peristiwa serupa terulang.

"Tentu sangat sempit membuat ada keterbatasan-keterbatasan untuk kita melakukan pendalaman terhadap problem Jiwasraya," kata dia.

Taufik membantah ada arahan khusus oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Jiwasraya tidak dipansuskan. Namun, dia mengakui jika pada akhirnya fraksi-fraksi di DPR memutuskan tidak perlu ada pansus Jiwasraya, NasDem tak bakal ngotot.

"Jadi to be clear NasDem memang mendorong pansus tapi kita membuka masukan-masukan dari fraksi lain bagaimana kita mengawal kasus Jiwasraya ini," kata dia.

1 dari 2 halaman

Gerindra Pertanyakan Urgensi Panja dan Pansus Jiwasraya

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa berhati-hati bersikap menentukan apakah perlu dibentuk panitia kerja (Panja) atau panitia khusus (Pansus) dalam kasus Jiwasraya. Dia menilai, harus dilihat urgensi dan kepentingan dari Panja atau Pansus di DPR.

Desmond mengaku belum tahu apa urgensi daripada Pansus atau Panja. Bahkan, dia mempertanyakan apakah hal tersebut bakal menghasilkan solusi untuk kasus Jiwasraya.

"Saya belum paham banget urgensinya Pansus dan Panja. Kalau pansus inikan gabungan dari beberapa komisi, kalau panja itu masing-masing Komisi. Makanya saya bilang tadi kita belum menentukan Komisi III," ujar Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/1).

Desmond menyebut, hasil dari Panja dan Pansus tidak jelas. Dia mencontohkan Pansus Pelindo yang masih terkatung-katung. Dia menilai Pansus atau Panja hanya buang-buang uang negara saja.

Fraksi Gerindra, kata Desmond masih mengkaji kepentingan tersebut. Apakah tujuannya membantu masyarakat mencari keadilan dan kepastian hukum, atau cuma gagah-gagahan.

"Kalau sudah panja itu gagah-gagahan agar termediakan ya enggak zaman lagi sekarang," ucapnya.

Sikap Gerindra awalnya mendorong Pansus. Desmond berdalih sebelumnya kasus Jiwasraya belum terbuka seperti sekarang.

"Ya pada waktu lalu itu kan tidak seterbuka sekarang sekarang akan ada kejaksaan agung yang tadinya hal-hal yang ditutupin misalnya dalam kasus Benny Tjokro ya kan sudah jelas kok Benny Tjokro ngapain aja berapa perusahaannya gimana penggorengannya, sudah dijelaskan sama jaksa agung kalian juga sudah tau semua," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Pansus Tak Urgensi karena Sudah Ada Tersangka

Wakil Ketua Komisi III Fraksi Gerindra Desmond J Mahesa menyebut pansus Jiwasraya belum begitu urgensi. Apalagi pemerintah sudah cepat memproses kasus tersebut melalui Kejaksaan Agung.

Menjelaskan hal itu, Desmond menyinggung sosok Komisaris Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro. Dia bilang, dalam kasus Jiwasraya ini jelas bagaimana cara menggoreng sahamnya.

"Misalnya dalam kasus Benny Tjokro ya kan sudah jelas kok Benny Tjokro ngapain aja berapa perusahaannya gimana penggorengannya, sudah dijelaskan sama jaksa agung kalian juga sudah tau semua," ujar Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/1).

Sementara itu, Anggota Komisi III Fraksi NasDem Taufik Basari tak tanggapi banyak terkait sosok Benny. Dia enggan berasumsi.

"Kami masih menunggu bagaimana proses lanjutan dari kejaksaan agung sampai saat ini. Kita hanya bisa menduga-duga atau memuat informasi-informasi yang masih bentuknya asumsi oleh karena itu kita tidak mau banyak berspekulasi atau berasumsi," ujar Taufik.

Dia mengaku menunggu lebih lanjut proses oleh kejaksaan agung. Taufik pun sudah meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin melengkapi keterangan terkait proses hukum kasus Jiwasraya agar disampaikan dalam rapat kerja lanjut pada Senin (20/1) mendatang.

"Biarlah orang punya pendapat punya analisis masing-masing kita hanya akan bicara berdasarkan fakta saja yang memang baik ditemukan kejaksaan agung atau di temukan dalam proses politik di DPR," kata dia. [gil]

Baca juga:
Aksi Pekerja Jiwasraya Demo di Depan Kementerian BUMN
Ini Kendaraan Mewah Milik Tersangka Jiwasraya yang Disita
Tolak Panja, PKS Ngotot Ingin Buat Pansus Jiwasraya
Dukung Tuntaskan Kasus Jiwasraya, Kantor Erick Thohir Kembali Banjir Karangan Bunga
Geledah Dua Rumah Eks Direktur Jiwasraya, Kejagung Sita Mercy hingga Harley Davidson
Jokowi Minta Kejagung Selesaikan Urusan Hukum Jiwasraya
Komisi III Panggil Jaksa Agung Terkait Jiwasraya

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini