Mungkinkah PKS Jadi Partai Oposisi Sendirian?

Rabu, 10 Juli 2019 05:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Mungkinkah PKS Jadi Partai Oposisi Sendirian? Sohibul Iman. ©2015 merdeka.com/faiq hidayat

Merdeka.com - Setelah Prabowo Subianto membubarkan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, arah politik partai pendukung menjadi sorotan. PAN dan Demokrat akan segera menentukan arah politik dalam beberapa pekan ke depan. Sedangkan Gerindra masih menunggu aba-aba dari Prabowo mengenai sikap politik partai.

Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mantap menjadi oposisi. Partai berlambang bulan sabit dan padi itu tak ingin bergabung dengan pemerintah.

"Kami melihat umat dan kader, rasa-rasanya PKS akan memilih di luar pemerintahan," kata Presiden PKS, Sohibul Iman, beberapa waktu lalu.

Setelah memilih menjadi oposisi, bagaimana dengan sikap partai lainnya? Apakah PKS akan sendirian? Berikut ulasannya:

1 dari 5 halaman

PKS Ajak Mantan Koalisi Adil Makmur Bergabung

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan akan tetap menjadi partai oposisi. PKS menolak bergabung bersama pemerintah. Tak ingin sendirian, PKS ingin partai koalisi tetap berada di barisan oposisi.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Mardani Ali Sera berharap Koalisi Indonesia Adil Makmur tetap bersinergi bersama. "Berharap lima-limanya menyatu. Dan tidak baik kalau cuma sendiri. Karena tidak efektif," kata Mardani.

2 dari 5 halaman

Demokrat Tentukan Sikap Politik Usai 40 Hari Ani Yudhoyono

Tidak seperti PKS, Partai Demokrat belum menentukan sikap politik setelah Pilpres 2019 dan Koalisi Prabowo Subianto bubar. Demokrat mengaku masih dalam suasana duka atas meninggalnya istri sang ketua umum Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY), Ani Yudhoyono.

Demokrat akan membahas langkah politik ke depan setelah tanggal 10 Juli 2019. Pembahasan dilakukan dalam forum majelis tinggi partai Demokrat.

"Partai Demokrat masih berduka sampai nanti 40 hari tanggal 10 Juli," kata Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.

3 dari 5 halaman

Gerindra Tunggu Arahan Prabowo Soal Koalisi Atau Oposisi

Partai Gerindra juga belum menentukan arah politik ke depan. Gerindra masih menunggu komando sang ketua umum Prabowo Subianto. Meski begitu, sikap para kader cukup beragam.

Ada sebagian kader menginginkan tetap menjadi oposisi dan juga sebaliknya.
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan akan menjadi sesuatu yang baru jika Gerindra gabung koalisi. Namun tidak masalah juga tetap bertahan jadi oposisi.

"Bagi Gerindra masuk koalisi itu sesuatu yang baru. Menjadi oposisi yang sudah kita alami selama 10 tahun, sehingga bagi kita bukan itu persoalan," katanya.

4 dari 5 halaman

Sikap PAN

Belakangan sikap PAN menjadi sorotan lantaran sebagian kader mengisyaratkan ingin gabung bersama pemerintah. Namun keinginan itu mendapat penolakan dari sebagian kader dan politisi senior PAN Amien Rais. Amien tidak setuju bila PAN bergabung dengan Jokowi.


"Akhir-akhir ini banyak kontroversi apakah PAN sebaiknya bergabung dengan Pak Jokowi atau di luar. Nah, dengarkanlah nasihat saya, jangan kita rabun ayam," kata Amien.

"Hanya karena satu kursi kemudian kita bergabung, kemudian bagaimana pendapat opini yang hampir sekian, hampir 10 juta pemilih kita itu," lanjut Amien Rais.

5 dari 5 halaman

PKS dan Gerindra Diminta Tetap Jadi Oposisi

Hingga saat ini baru PKS yang sudah menyatakan sikap politik untuk partainya. PKS telah memutuskan untuk tetap menjadi partai oposisi. Sikap ini mendapat tanggapan dari partai pendukung Jokowi, PKB. Tak cuma PKB, Gerindra pun diminta tetap bertahan menjadi oposisi. Hal ini diucapkan seiring dengan isu berkembang jika Gerindra punya wacana bergabung koalisi.

"Menyangkut koalisi, Indonesia perlu oposisi. Jadi oposisi itu perlu ada dan kalau bisa Gerindra dan PKS mempertahankan itu," kata Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

[has]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini