Ketua DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan bentuk tim kecil. Tim itu guna membahas deklarasi capres hingga pembiayaan kampanye.
"Soal pembiayaan kampanye akan dalam proses dan dalam perjalanan akan dibahas, dan pertemuan kemarin sebagai contoh pola antara tiga partai dalam membangun kegiatan partai secara bersamaan," kata Melki, dalam diskusi 'Peta Koalisi Pasca Kelahiran Koalisi Indonesia Bersatu', Jakarta, Jumat (15/7).
Melki menjelaskan, tim kecil juga untuk merumuskan visi dan misi KIB agar lebih mudah dipahami antara satu dengan yang lainnya. Tak hanya itu, tim kecil juga untuk menepis isu pelaporan pembiayaan dana kampanye yang dianggap tak sesuai oleh publik.
"Terkait dengan deklarasi dan sebagainya, dan kampanye ke depan akan menjadi pembahasan oleh tim kecil, ada PAN yang akan ditugaskan, dari Golkar juga ada dan juga dari PPP. Dan nanti akan merumuskan berbagai hal tadi seperti visi dan misi KIB agar lebih mudah dipahami, dan pasti mengenai pembiayaan KIB juga akan dibahas di situ," paparnya.
Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Al-azhar Indonesia Ujang Komarudin menyampaikan banyak laporan pembiayaan kampanye tidak sesuai.
Padahal, setiap masa kampanye partai politik terlihat banyak menggelontorkan dana untuk kampanye yang sangat luar biasa untuk menarik simpatik masyarakat. Namun, pada saat pelaporan pembiayaan dana kampanye hanya sebagian kecil.
"Dana kampanye politisi ini luar biasa hebat, tapi kadang-kadang yang dilaporkan dana kampanye ini hanya sedikit dan masyarakat suka bertanya, katanya biayanya mahal, pada saat dilaporkan dana kampanye, sedangkan yang dilaporkan hanya sebagian kecilnya saja," kata Ujang.