Jokowi Diminta Fokus Bangun SDM yang Kreatif & Imajinatif di Periode 2

Kamis, 20 Juni 2019 19:34 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Jokowi Diminta Fokus Bangun SDM yang Kreatif & Imajinatif di Periode 2 budiman sudjatmiko. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo didorong mampu membangun sumber daya manusia (SDM) yang imajinatif pada periode kedua pemerintahannya. Jokowi dinilai mampu melaksanakannya karena minim beban politik, dukungan mayoritas di parlemen, dan memiliki modal kerja nyata pada periode pertama.

Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko mengatakan, Presiden Jokowi sudah banyak menyelesaikan pekerjaan rumah pada bidang infrastruktur. Pada periode kedua, dia harap, Jokowi berani mengeksekusi program pembangunan semesta berencana yang fokus pada pembangunan SDM yang imajinatif dan keadilan sosial.

"Pak Jokowi harus berani melakukan terobosan, lahirkan SDM Indonesia yang imajinatif di bidang ekonomi, teknologi, pendidikan, wirausaha dan lainnya," kata Budiman, di Jakarta, Kamis (20/6).

Politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan, UU Desa disahkan pada Desember 2013 juga karena keberaniannya mengeksekusi imajinasi sewaktu kecil tentang desa. Saat duduk di Komisi II DPR, Budiman mendorong UU Desa disahkan untuk percepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan.

Adapun Jokowi, menurut Budiman, adalah produk keberanian mengeksekusi imajinasi politik hingga terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Presiden Republik Indonesia.

"Dulu orang tidak kenal Jokowi, awalnya disebut mustahil terpilih, tapi nyatanya sekarang jadi Presiden," ungkap Budiman.

Ia melanjutkan, membangun SDM yang kreatif dan imajinatif juga sejalan dengan program Revolusi Mental.

Budiman menilai, Jokowi sudah menjalankan perannya menjadi teladan Revolusi Mental dengan kerja membangun peradaban melalui infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur dianggap Budiman adalah kerja nyata Jokowi menyelesaikan pekerjaan rumah era Orde Baru. Pada periode kedua, Jokowi dia dorong lebih berani menjalankan program semesta berencana agar pembangunan Indonesia terarah di bawah pemimpin penerusnya kelak.

"Selanjutnya, Pak Jokowi harus bisa mengunci agar penerusnya nanti tidak lepas dari pembangunan semesta berencana itu," kata Budiman.

"Jadi ukurannya bukan sekadar sukses hingga 2024, tapi harus bisa melahirkan pemimpin yang lebih baik dari dirinya," tutup Budiman. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini