Istri tolak teken penahanan Setnov karena ikuti Fredrich Yunadi

Jumat, 11 Mei 2018 17:15 Reporter : Yunita Amalia
Istri tolak teken penahanan Setnov karena ikuti Fredrich Yunadi Setya Novanto dan Istri Jadi Saksi. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Rekan istri Setya Novanto, Retno Dahlia dihadirkan oleh Fredrich Yunadi dalam sidang perintangan penyidikan korupsi e-KTP sebagai saksi meringankan, Jumat (11/5). Dalam keterangannya, Retno mengamini ada penolakan tanda tangan perihal berita acara penahan Setya Novanto oleh Deisti Astriani, istri Novanto.

Retno mengatakan, tidak ditandatanganinya surat berita acara tersebut lantaran mengikuti sikap Fredrich Yunadi selaku kuasa hukum Setya Novanto saat itu.

"Anda tadi bilang bu Deisti menolak tanda tangan surat berita acara penahanan. Ibu Deisti menolak tanda tangan itu apakah atas saran terdakwa (Fredrich Yunadi)?" tanya Jaksa Roy di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

"Bukan. Maksudnya karena Pak Yunadi tidak tanda tangan itu jadinya ibu (Deisti) ikuti pak Yunadi," ujar Retno.

Sementara itu diketahui, saat berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jumat (17/11), penyidik KPK membacakan surat penahanan terhadap mantan Ketua DPR tersebut atas perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek e-KTP.

Namun Fredrich menolak penahanan tersebut lantaran menganggap pihak KPK tidak berhak menahan seseorang dalam kondisi sakit.

Kendati demikian, pihak KPK tetap menahan Novanto dengan sejumlah pertimbangan sekaligus pendapat dokter yang menyatakan Novanto cukup baik diajukan pertanyaan.

Atas perbuatannya, Fredrich didakwa telah melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini