Hasil 10 Pilgub versi iPol, Khofifah hingga Ridwan Kamil menang sesuai prediksi

Rabu, 27 Juni 2018 20:56 Reporter : Mardani
Hasil 10 Pilgub versi iPol, Khofifah hingga Ridwan Kamil menang sesuai prediksi Ilustrasi Pilkada Serentak. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - IT Research and Politic Consultan (iPol) Indonesia merilis angka melalui Indeks Pemenang Kepala Daerah (IPK) pilkada serentak di sejumlah daerah. Untuk Pilgub Jawa Timur, hasil iPol Inside, pasangan Khofifah-Emil unggul tipis dari pasangan Gus Ipul-Puti.

"Dalam hitungan kami, setelah coblosan siang ini, yang memenangi Pilgub adalah pasangan Khofifah Emil dengan suara 50,78 persen, sedangkan Gus Ipul-Puti 49,67 persen," kata Direktur iPol Indonesia, Petrus Hariyanto dalam siaran pers, Rabu (27/6).

Sementara di untuk Pilgub Sumut, pasangan Edy Ramayadi-Musa memperoleh 51,78 persen (2.336.884) dan pasangan Djarot-Sihar memperoleh 48,22 persen (2.188.477). Pilgub Bali, pasangan Koster-Ace memperoleh 51,46 persen suara dan Mantra-Kerta memperoleh 49,25 persen.

"Untuk di Kaltim pasangan Isran Noor-Hadi memenangi Pilgub Kaltim dengan perolehan suara 30,21 persen (492.653), Rusmadi Wongso-Safarudin 25,79 persen (420.573), Jaang-Awang 23,83 persen (388.447), Andi-Ismail 20,08 persen (327.457)," katanya.

Untuk Pilgub Jabar, hasil iPol Inside cenderung dimenangkan Ridwan Kamil-UU dengan 35,33 persen (7.845.770), Sudrajat-Syaikhu meraih 30,45 persen (6.762.063), TB Hasanuddin-Anton Charliyan 11,98 persen (2.660.411), dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 22,24 persen (4.938.860).

Jateng dimenangkan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dengan 58,34 persen, Sudirman Said-Ida Fauziyah 41,93 persen. Pilgub Lampung hasil iPol Inside menunjukkan kemenangan diraih oleh Arinal-Chusnuniah 32,25 persen (1.301.605), disusul oleh Herman HN-Sutono 25,67 persen (1.036.038), Ridho-Bahtiar 23,05 persen (930.295), Mustafa-Jazuli 18,97 persen (765.627)," katanya.

iPol ©2018 Merdeka.com

Pilgub Kalimantan Barat, pasangan Sutarmidji-Ria Norsan meraih 43,79 persen (1.053.276), Karolin-Gidot 30,32 persen (729.284), Milton-Boyman 25,89 persen (622.729). Sedangkan Pilgub Riau dimenangkan oleh Arsyad-Suyatno 40,80 persen (1.034.712), Syamsuar-Edi 24,43 persen (619.609), Luqman-Hardianto 18,80 persen (476.916), dan Firdaus-Rusli 17,58 persen (445.796).

"Mesin politik kandidat yang bekerja aktif adalah ukuran utama yang mempengaruhi pergeseran suara dalam melakukan pendulangan dan pengamanan suara. Dalam rilis kami, pasti ada perbedaan dan selisih, tapi kita tetap menunggu hasil rekapitulasi KPU," katanya.

Dia menerangkan, rilis Ipol Indonesia kali ini menampilkan metode yang berbeda. Tidak saja menilai dari sisi riset, tapi juga 6 elemen pengolahan data dan analisa terkini dari kesiapan masing-masing kandidat dalam cipta kondisi kemenangannya di 10 provinsi.

Pihaknya menyebut metode ini dengan iPol Inside yaitu mix methode yang membaca dan memprediksi kemenangan kandidat berbasis teknologi politik pemenangan pemilu, big data dan laporan jaringan iPol se-Indonesia yang memonitor hasil penghitungan suara di 10 Provinsi hingga hari H pemilihan.

"Semua data dan analisa di kaji secara mendalam oleh Ttim ahli di iPol Riset, iPol Institute dan iPol Success sebelum data dirilis. Hasil dalam 10 Pilgub yang di Monitor langsung iPol Indonesia menunjukkan bila Prediksi iPol mendekati kebenaran. Seperti bukti bahwa Khofifah bakal unggul di Jatim, demikian halnya dengan Ganjar di Jateng dan Ridwan Kamil di Jabar. Menggunakan 6 elemen indikator yang diturunkan. iPol sejak awal menilai bila kemenangan akan diraih oleh para 10 calon Gubernur," katanya.

Keenam elemen itu pertama; data peta politik Pilgub 2008, 2013 (kecenderungan 10-15 tahun terakhir) dan pergerakan sebaran suara kandidat 2018. Kedua, data karakteristik 'trend elektabilitas tetap' sekitar hampir 6 juta pemilih Sumsel.

Ketiga, riset tokoh berpengaruh di Sumsel, keempat data viral di sosial media/cartografi (unsur menarik/beda/lucu, identitas, koneksi, partisipasi, perasaan). Kelima, big data iPol Monitoring (Monitoring terkini pergerakan trend dan isu media). Keenam adalah data hasil pantauan pergerakan jaringan iPol Indonesia yang terus memonitor hasil pergerakan mesin pemenangan dalam meraih suara. [dan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini