Manado, Merdeka.com – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) melaporkan adanya peningkatan tinggi dalam pemanfaatan kanal pembayaran digital oleh masyarakat di wilayah tersebut. Peningkatan ini tercatat hingga triwulan I tahun 2026, menandakan pergeseran signifikan dalam kebiasaan bertransaksi. Deputi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Utara, Purwanto, menyampaikan informasi ini di Manado pada Jumat lalu.
Purwanto menjelaskan bahwa pengelolaan uang Rupiah di Sulawesi Utara mencatatkan net inflow atau uang masuk sebesar Rp513,57 miliar pada Triwulan I 2026. Angka ini menunjukkan kondisi normalisasi kebutuhan uang tunai masyarakat setelah periode peningkatan pada hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru. Kinerja sistem pembayaran nontunai juga menunjukkan tren yang positif dengan perkembangan yang beragam di berbagai kanal.
Data tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat Sulut semakin mengandalkan metode pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia untuk mendorong inklusi keuangan dan efisiensi transaksi di seluruh Indonesia. Pemanfaatan teknologi dalam pembayaran kini menjadi pilihan utama bagi banyak warga di provinsi ini.
Advertisement
Advertisement
Kinerja Transaksi Nontunai di Sulawesi Utara
Transaksi sistem pembayaran nontunai di Sulawesi Utara menunjukkan kinerja yang tetap positif dengan pertumbuhan yang bervariasi di berbagai platform. Nominal transaksi melalui BI-RTGS tercatat sebesar Rp5,94 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,38 persen secara tahunan (yoy). Angka ini mencerminkan aktivitas transaksi bernilai besar yang terus meningkat di Sulut.
Sementara itu, transaksi SKNBI, yang mencakup kliring kredit dan kliring debit, juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,34 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini menunjukkan stabilitas dalam volume transaksi kliring yang dilakukan oleh perbankan. Kedua sistem ini menjadi tulang punggung dalam mendukung kelancaran transaksi keuangan di daerah.
Pertumbuhan yang lebih tinggi terlihat pada transaksi BI-FAST, dengan total transaksi incoming dan outgoing mencapai Rp43,76 triliun. Angka ini meningkat signifikan sebesar 39,67 persen secara tahunan (yoy), menunjukkan adopsi yang cepat terhadap layanan pembayaran instan ini. Selain itu, nominal transaksi uang elektronik tercatat sebesar Rp748 miliar, tumbuh 24,25 persen secara tahunan (yoy).
Advertisement
Data-data ini menegaskan bahwa berbagai kanal pembayaran nontunai, khususnya yang berbasis digital, semakin diminati. Peningkatan ini tidak hanya terbatas pada transaksi besar, tetapi juga merambah ke transaksi ritel sehari-hari melalui uang elektronik. Masyarakat semakin merasakan kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan oleh layanan-layanan ini.
Advertisement
Masyarakat Sulut Beralih ke Pembayaran Digital
Perkembangan positif dalam transaksi nontunai ini secara jelas menunjukkan semakin kuatnya pemanfaatan kanal pembayaran digital oleh masyarakat di Sulawesi Utara. Deputi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Utara, Purwanto, menegaskan bahwa masyarakat Sulut kini sangat tinggi menggunakan pembayaran digital. Hal ini didorong oleh beberapa faktor utama yang menjadikan metode ini lebih unggul dibandingkan pembayaran tunai tradisional.
Pembayaran digital dinilai jauh lebih praktis, cepat, dan efisien bagi masyarakat. Kemudahan akses melalui perangkat seluler dan proses transaksi yang instan menjadi daya tarik utama. Tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar atau mencari kembalian, semua bisa diselesaikan hanya dengan beberapa sentuhan jari.
Metode pembayaran yang paling sering digunakan oleh masyarakat Sulut meliputi dompet digital (e-wallet), mobile banking, serta standar kode QR nasional yaitu QRIS. Ketiga metode ini menawarkan solusi pembayaran yang beragam sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pengguna. Dompet digital dan mobile banking memfasilitasi berbagai jenis transaksi, mulai dari pembelian di toko hingga pembayaran tagihan.
Advertisement
QRIS, sebagai standar pembayaran berbasis kode QR yang terintegrasi, juga telah banyak diadopsi oleh pelaku usaha dan masyarakat. Kemudahan dalam memindai kode untuk melakukan pembayaran telah mempercepat transaksi di berbagai sektor. Adopsi luas terhadap kanal-kanal ini menunjukkan bahwa ekosistem pembayaran digital di Sulut semakin matang dan diterima secara luas.
Sumber: AntaraNews